ADVERTORIALBalikpapanKALTIMNEWSPemerintahTEKNOLOGI

Pendaftaran Perlinsos Balikpapan Berjalan di 34 Kelurahan, Sistem Masih Dievaluasi

×

Pendaftaran Perlinsos Balikpapan Berjalan di 34 Kelurahan, Sistem Masih Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinsos Balikpapan, Arfiansyah. (FOTO: SR/NIUS.id)
Kepala Dinsos Balikpapan, Arfiansyah. (FOTO: SR/NIUS.id)

NIUS.id – Pendaftaran Perlinsos Balikpapan kini berjalan di seluruh 34 kelurahan setelah pemerintah pusat menyempurnakan sistem. Sebelumnya, perbaikan teknis sempat menunda layanan tersebut. Pemerintah kota masih mengevaluasi kendala teknis dan keterbatasan informasi bagi warga yang tidak memenuhi syarat.

Kepala Dinas Sosial Balikpapan Arfiansyah mengatakan pendaftaran awalnya berlangsung pada 4 Juni–3 Juli 2026. Jadwal berubah karena pemerintah pusat baru menjalankan tahap pra-peluncuran pada 4 Juni.

Pemerintah kemudian meminta setiap daerah melakukan uji coba di dua kelurahan. Balikpapan memilih Sepinggan Raya dan Manggar Baru sebelum membuka layanan ke seluruh wilayah.

Pemerintah memulai uji coba pada 22 Juni 2026 bersama 42 kabupaten dan kota. Beban akses serentak membuat sistem melambat, sementara kolom identitas pelanggan PLN meminta 12 digit meski sebagian nomor token warga hanya memiliki 11 digit.

“Sistem sempat sangat lambat. Bahkan setelah agen melakukan input data sekitar lima kali, sistem langsung stuck,” jelasnya.

Pendaftaran Perlinsos Balikpapan Masih Dievaluasi

Tim pusat memperbaiki sejumlah gangguan setelah rapat evaluasi 26 Juni. Pada 29 Juni, seluruh 34 kelurahan di Balikpapan mulai melayani pendaftaran dan semua akun agen kembali aktif.

Namun, evaluasi 2 Juli menemukan persoalan lain. Sistem hanya menampilkan satu atau dua alasan singkat ketika menyatakan warga tidak layak menerima bantuan sosial sehingga agen harus memberi penjelasan tambahan.

“Sistem hanya menampilkan satu atau dua alasan singkat, misalnya karena ada anggota keluarga yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau karena penghasilannya di atas Rp1 juta sekian. Akibatnya warga bingung dan banyak bertanya kepada agen,” ujarnya.

Pemerintah Balikpapan mengusulkan agar portal menampilkan sedikitnya lima komponen penjelasan. Informasi yang lebih lengkap dapat membantu warga memahami hasil penilaian tanpa memperpanjang waktu pelayanan.

Fitur sanggah juga menjadi perhatian karena warga harus mengisi 39 variabel. Satu pengajuan membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam sehingga satu agen hanya dapat melayani sedikit pendaftar.

Instansi tersebut mengusulkan penonaktifan sementara fitur sanggah selama pendaftaran utama. Warga tetap dapat mengajukan keberatan setelah tahap tersebut selesai.

Percepatan ini berkaitan dengan target pendataan Perlinsos Balikpapan mencapai 70 persen. Pemerintah akan mengevaluasi layanan bersama agen setidaknya setiap tiga hari.

Arfiansyah mengatakan perbaikan pusat telah mengurangi gangguan. “Sekarang kondisinya sudah jauh lebih normal,” pungkasnya. (Adv Kominfo Balikpapan)

Laporan Wartawan NIUS.id, SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *