NIUS.id – Upaya Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat kemandirian fiskal terus menunjukkan hasil positif. Memasuki pertengahan 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah mencapai sekitar 40 persen dari target yang ditetapkan, menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pembangunan hingga akhir tahun.
Pemerintah pun terus mengoptimalkan berbagai sumber penerimaan daerah agar target PAD sebesar Rp1,3 triliun dapat tercapai sesuai rencana.
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham Mustari, mengatakan capaian tersebut masih sesuai dengan proyeksi pemerintah daerah. Sisa waktu hingga akhir tahun diyakini masih memberikan ruang besar untuk meningkatkan penerimaan.
“Capaian PAD sudah sekitar 40 persen. Insyaallah kami optimistis target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” ujar Idham, Senin (22/6/2026).
Optimalisasi penerimaan difokuskan pada sejumlah sektor yang selama ini menjadi penyumbang utama pendapatan daerah. Di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran dan rumah makan, serta opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan STNK.
Idham menjelaskan, strategi tersebut dilakukan agar struktur penerimaan daerah tetap kuat meski sejumlah sektor masih menghadapi tantangan akibat dinamika ekonomi.
“Beberapa hotel mengalami penurunan okupansi sehingga berdampak pada penerimaan pajak hotel,” katanya.
Selain sektor perhotelan, penerimaan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga mengalami perlambatan karena transaksi jual beli tanah tidak setinggi tahun sebelumnya.
Meski demikian, aktivitas ekonomi di sektor kuliner masih menjadi penopang penting bagi PAD Balikpapan. Restoran, kafe, dan rumah makan terus menunjukkan performa yang stabil sehingga mampu menjaga kontribusi terhadap penerimaan daerah.
Melalui penguatan potensi pajak di berbagai sektor serta optimalisasi pelayanan perpajakan, Pemkot Balikpapan optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai. Penerimaan daerah yang terus terjaga diharapkan menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Insyaallah kami optimistis target yang telah ditetapkan bisa tercapai,” tutup Idham.
Laporan Wartawan NIUS.id, SR



