NIUS.id – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bontang kini punya nahkoda baru.
Adipt Maraja resmi dilantik sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Bontang masa bakti 2026–2029. Pelantikan berlangsung di Pendopo Wali Kota Bontang, Sabtu (8/8/2026) malam.
Adipt menjadi calon tunggal setelah lolos verifikasi pencalonan. Ia kemudian ditetapkan sebagai Ketua Umum secara aklamasi.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi babak baru bagi HIPMI Bontang. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat peran pengusaha muda dalam membuka peluang usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelantikan berlangsung dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, jajaran anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perusahaan, pengurus HIPMI, tokoh masyarakat hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Perwakilan manajemen PT Pupuk Kaltim serta pengurus BPC HIPMI dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Timur turut hadir.
Adipt menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum demisioner Winardi beserta seluruh jajaran pengurus periode sebelumnya.
Menurutnya, capaian HIPMI Bontang tidak terlepas dari kerja keras kepengurusan sebelumnya dalam menjaga eksistensi organisasi dan membangun jejaring dengan berbagai pihak.
Estafet kepemimpinan, kata Adipt, bukan berarti seluruh program harus dimulai dari nol.
“Dan tentunya sekaligus menghadirkan inovasi dan langkah baru sesuai tantangan dunia usaha saat ini,” ucap Adipt.
Ia menilai pengusaha muda memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Karena itu, HIPMI Bontang akan didorong menjadi ruang untuk memperkuat jaringan, membuka peluang bisnis serta melahirkan pengusaha-pengusaha baru.
“Penguatan kolaborasi juga sangat penting di kepengurusan ini. HIPMI Bontang berkomitmen membangun hubungan yang semakin erat dengan pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, organisasi masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya,” ucapnya.
Menurut Adipt, kolaborasi menjadi kunci menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif.
Bontang memiliki potensi ekonomi besar dengan keberadaan industri strategis dan berbagai sektor usaha yang terus berkembang. Kondisi itu dinilai harus bisa menjadi peluang bagi pengusaha muda lokal.
HIPMI Bontang ingin mengambil peran sebagai penghubung antara potensi ekonomi daerah dengan pelaku usaha muda.
“Sehingga peluang ekonomi tidak hanya dinikmati pelaku usaha besar. Kita mau membuka ruang lebih luas untuk usaha-usaha baru agar bertumbuh,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum demisioner BPC HIPMI Bontang, Winardi atau yang akrab disapa Awin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang teleh bersama-sama membesarkan organisasi.
Ia berharap HIPMI tetap menjadi wadah pengusaha muda untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas dan membangun kerja sama lintas sektor.
“Dengan begitu HIPMI tidak berhenti atau berkutat di internal saja. Tapi berkontribusi jelas di tengah masyarakat,” ucap Awin.
Awin juga mendorong pengusaha muda Bontang agar semakin mandiri dan mampu naik kelas tanpa bergantung penuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran menuntut pengusaha muda lebih kreatif dalam membangun peluang ekonomi.
“Saya yakin kita bisa membangun sistem itu. Tidak sepenuhnya bergantung ke APBD. Karena sekarang-sekarang ini lagi efisiensi. Kita harus kreatif dan inovatif,” harapnya.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM serta membantu pengentasan kemiskinan di tengah tantangan fiskal daerah.
Neni menyebut pertumbuhan ekonomi Bontang pada 2025 berada di sekitar 3,5 persen. Sementara tingkat kemiskinan tercatat sekitar 3 persen.
“Bontang kini bersiap menghadapi tantangan fiskal menyusul proyeksi APBD yang diprediksi turun pada 2027,” ucapnya.
Pemerintah Kota Bontang, lanjut Neni, terus mengoptimalkan program pro-rakyat melalui digitalisasi dan penguatan UMKM.
Di antaranya penerbitan 20.048 Nomor Induk Berusaha (NIB), pembiayaan tanpa bunga, Online Single Submission (OSS), optimalisasi ekspor, perlindungan jaminan sosial bagi 34 ribu pekerja rentan serta dukungan pendidikan senilai Rp10 miliar.
“Komitmen ini tentunya kita perkuat lewat pelantikan lebih dari 100 pengusaha muda (HIPMI),” kata Neni.
Neni turut mengapresiasi pelantikan kepengurusan baru HIPMI Bontang. Ia menilai organisasi pengusaha muda tersebut memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah, memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, AG



