ADVERTORIALBalikpapanKALTIMKESEHATANPemerintah

Kasus Baru HIV di Balikpapan Meningkat, Dinkes Soroti Peran Keluarga

×

Kasus Baru HIV di Balikpapan Meningkat, Dinkes Soroti Peran Keluarga

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati. (FOTO: SR/NIUS.id)
Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati. (FOTO: SR/NIUS.id)

NIUS.id – Kasus baru HIV di Balikpapan menunjukkan peningkatan, meski Dinas Kesehatan belum menyampaikan angka terbaru. Mobilitas penduduk yang tinggi menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam memperkuat pencegahan dan edukasi kesehatan.

Selain itu, kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati mengatakan pihaknya terus menjalankan upaya pencegahan HIV/AIDS. Pemerintah menilai komunikasi keluarga, pendidikan, dan pemahaman kesehatan perlu berjalan bersama.

“Kita sedang berusaha mencegah HIV/AIDS di Indonesia, terutama di Balikpapan yang sudah menjadi kota mini metropolitan, dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi,” ujar Alwiati, Senin (6/7/2026).

Selain itu, alwiati belum merinci jumlah kasus terbaru saat memberikan keterangan. Namun, ia membenarkan adanya penambahan kasus baru yang perlu mendapat perhatian.

Dinkes Belum Merinci Angka Terbaru

“Kalau secara angka saya belum hafal. Namun memang terjadi peningkatan, terutama untuk kasus baru,” katanya.

Terkait kasus baru hiv di balikpapan, tanpa angka rinci, publik belum memperoleh gambaran utuh tentang perkembangan kasus. Publik membutuhkan data mutakhir untuk memahami kondisi sekaligus mendukung kebijakan pencegahan yang tepat sasaran.

Selain itu, dinkes juga menekankan pentingnya edukasi di lingkungan keluarga. Orang tua perlu membangun komunikasi yang sehat dengan anak dan memberikan informasi yang sesuai usia mengenai kesehatan serta risiko perilaku seksual.

“Figur ayah memiliki peran besar dalam keluarga,” ujar Alwiati.

Selain itu, upaya pencegahan perlu menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa memperkuat stigma. Informasi kesehatan harus berfokus pada risiko penularan, perilaku aman, pemeriksaan, serta akses layanan bagi orang yang membutuhkan bantuan.

Pemkot sebelumnya juga mendorong kerja sama keluarga dan sekolah dalam mencegah persoalan sosial. Kolaborasi itu mencakup edukasi, konseling, dan pengawasan lingkungan.

Selain itu, alwiati menilai pendidikan agama dan ketahanan keluarga tetap memiliki peran dalam membentuk karakter anak. Namun, pendekatan kesehatan perlu memberi informasi yang akurat dan tidak menghalangi masyarakat mencari pertolongan.

“Menurut saya melalui agama, pendidikan agama, dan penguatan keluarga,” katanya.

Dinkes perlu melengkapi pernyataan peningkatan kasus dengan data periode, jumlah temuan, dan perbandingan tahun sebelumnya. Informasi itu akan membantu publik menilai situasi HIV di Balikpapan secara lebih objektif. (Adv Diskominfo Balikpapan)

Laporan Wartawan NIUS.id, SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *