NIUS.id – Sejak tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2026, siswa SD Negeri 013 Balikpapan Selatan tak lagi menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga pertengahan Oktober, penyaluran program tersebut belum kembali berjalan karena dapur penyedia makanan dihentikan operasionalnya akibat perizinan yang belum lengkap.
Kondisi ini berbeda dengan sejumlah sekolah lain di Balikpapan yang sementara tidak menerima MBG karena siswa menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kepala SD Negeri 013 Balikpapan, Susi Misina, mengatakan persoalan tersebut bukan berasal dari pihak sekolah maupun kualitas makanan yang selama ini disalurkan. Menurut dia, penghentian operasional dilakukan setelah pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan dapur penyedia karena persyaratan izinnya belum terpenuhi.
“Soal makanan, tidak ada masalah,” kata Susi, Jumat (16/10/2026).
Susi menyebut, saat program MBG pertama kali berjalan, para siswa terlihat antusias menerima makanan. Namun, seiring waktu, antusiasme itu dinilainya mulai menurun. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah variasi menu yang dianggap kurang beragam.
“Menunya itu-itu saja,” ujarnya.
Ia berharap penyaluran MBG bisa segera dilanjutkan setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melengkapi perizinannya. Selain kepastian kelanjutan program, sekolah juga berharap menu makanan yang diberikan kepada siswa lebih bervariasi.
Susi menegaskan pihak sekolah tidak pernah meminta penyaluran MBG dihentikan. Ia juga menyebut belum ada kepastian mengenai kapan program tersebut kembali diterima siswa.
Menurut dia, pengalihan pelayanan ke dapur lain tidak bisa dilakukan begitu saja karena daftar sekolah penerima dan jumlah siswa telah dibagi berdasarkan dapur penyedia masing-masing.
“Belum ada informasi. Kita tunggu saja kabar berikutnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, sebelumnya menjelaskan bahwa penerapan PJJ turut memengaruhi penyaluran MBG di sekolah-sekolah. Ketika siswa belajar dari rumah, makanan tidak dikirim ke sekolah.
Irfan mengatakan koordinasi dengan pihak terkait telah dilakukan sehari sebelum PJJ dimulai. Koordinasi serupa juga akan dilakukan menjelang siswa kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.
Koordinasi tersebut melibatkan SPPG dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG). “Kita akan berkoordinasi untuk melanjutkan MBG,” katanya.
Namun, untuk SD Negeri 013 Balikpapan Selatan, kelanjutan program masih menunggu penyelesaian persoalan perizinan dapur penyedia. Hingga keterangan terakhir disampaikan, belum ada informasi mengenai jadwal penyaluran kembali. (*/Zk)



