NIUS.id – Bekas galian proyek jaringan gas (jargas) di Gang Satelit RT 18, Kelurahan Tanjung Laut, sudah menganga hampir tiga bulan tanpa ditutup permanen dan minim pengamanan. Akibatnya, sedikitnya tiga kendaraan sudah terperosok ke dalamnya.
Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menyebut kondisi ini tidak bisa lagi dianggap sepele.
“Sudah hampir tiga bulan dibiarkan terbuka dan sudah tiga mobil masuk ke dalam lubang. Kontraktor jangan menunggu sampai ada korban jiwa baru bertindak. Ini bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Menurut Sahib, standar minimalnya sederhana: kalau pekerjaan belum selesai, pasang rambu, pagar pengaman, atau tanda peringatan yang jelas.
“Kalau pekerjaannya belum selesai, pasang pengaman. Jangan biarkan masyarakat menjadi korban akibat pekerjaan yang tidak dituntaskan. Keselamatan warga jauh lebih penting daripada alasan apa pun,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah dan instansi terkait segera memanggil kontraktor pelaksana untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya.
“Lubang itu harus segera ditutup dan jalan dikembalikan seperti semula,” katanya.
Di sisi lain, Sahib mengapresiasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang yang selalu sigap membantu warga setiap kali kendaraan terperosok — meski insiden itu bukan kesalahan Damkar.
“Saya mengapresiasi Damkar Bontang yang selalu cepat merespons laporan warga. Tetapi jangan sampai petugas Damkar terus menjadi pihak yang harus menanggung akibat dari kelalaian kontraktor. Yang wajib bertanggung jawab tetap kontraktor pelaksana proyek,” pungkasnya.
Warga berharap lubang segera ditangani sebelum kembali memakan korban. (*/Zk)



