ADVERTORIALBontangDPRDKALTIM

Pelestarian Budaya Dimulai dari Sekolah, DPRD Usulkan Bahasa Daerah Jadi Mulok

×

Pelestarian Budaya Dimulai dari Sekolah, DPRD Usulkan Bahasa Daerah Jadi Mulok

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Suharno. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – Upaya menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah perkembangan zaman terus menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah memperkenalkan bahasa daerah kepada pelajar melalui kurikulum muatan lokal di sekolah.

Anggota Komisi A DPRD Bontang, Suharno, mengatakan bahasa daerah merupakan bagian penting dari kekayaan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, pendidikan dapat menjadi sarana strategis untuk menanamkan pemahaman dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.

“Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengenal bahasa daerahnya sendiri. Dari situ akan tumbuh rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya yang menjadi bagian dari identitas mereka,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026)

Ia menilai keberadaan bahasa daerah dalam dunia pendidikan dapat membantu menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap dikenal dan digunakan oleh generasi mendatang.

Suharno juga mencontohkan sejumlah daerah yang masih menerapkan pembelajaran bahasa daerah di sekolah sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal.

Karena itu, ia mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang untuk mengkaji kemungkinan memasukkan bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah.

Lebih lanjut, ia berharap penguatan budaya lokal melalui sektor pendidikan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga identitas masyarakat di tengah derasnya pengaruh globalisasi.

“Kalau tidak mulai dikenalkan sejak sekarang, ada kekhawatiran bahasa daerah akan semakin jarang digunakan. Sekolah bisa menjadi tempat yang tepat untuk menjaga warisan budaya itu tetap hidup,” katanya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *