BontangKALTIMKRIMINALNEWS

Meski Punya Arena, Balap Liar Bontang Tetap Berujung Tilang

×

Meski Punya Arena, Balap Liar Bontang Tetap Berujung Tilang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi NIUS.id

NIUS.id – Aktivitas balap liar di kawasan Kantor Wali Kota Bontang kembali menjadi perhatian. Meski lokasi tersebut selama ini kerap menjadi titik berkumpul pehobi balap motor untuk mengurangi risiko penggunaan jalan umum di dalam kota, aktivitas balap liar tetap berujung pelanggaran lalu lintas.

Sebanyak 69 sepeda motor terjaring dalam penertiban yang dilakukan Satlantas Polres Bontang pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Penindakan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang masuk melalui hotline Kapolres Bontang terkait aktivitas balap liar di kawasan tersebut.

“Kami menerima laporan masyarakat melalui nomor hotline Kapolres Bontang terkait adanya aktivitas balap liar, kemudian langsung kami tindak lanjuti dengan turun ke lokasi,” ujar Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi.

Kawasan di sekitar Kantor Wali Kota memang sudah lama dikenal sebagai lokasi berkumpulnya para pehobi balap motor. Lokasi tersebut dianggap lebih aman dibanding menggunakan jalan-jalan protokol atau kawasan permukiman yang berisiko membahayakan pengguna jalan lainnya.

Namun demikian, aktivitas balap liar tetap tidak dibenarkan karena berlangsung tanpa izin dan tidak memenuhi standar keselamatan yang ditentukan.

Dari total 69 kendaraan yang berada di lokasi, kendaraan yang terbukti digunakan untuk balap liar dikenakan sanksi tilang dan ditahan selama tiga bulan.

“Pemilik motor yang kami amankan beragam usianya, ada yang masih anak-anak sampai remaja. Namun kebanyakan kendaraan yang kami amankan merupakan milik penonton yang berada di lokasi saat kegiatan balap liar berlangsung,” katanya.

Fakta tersebut menunjukkan aktivitas balap liar tidak hanya melibatkan pembalap, tetapi juga menarik banyak penonton yang memadati lokasi. Kondisi itu dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan mengganggu ketertiban lalu lintas.

Polres Bontang memastikan pengawasan akan terus dilakukan, terutama pada titik-titik yang kerap digunakan sebagai lokasi balap liar.

“Peran orang tua sangat penting untuk memastikan kendaraan tidak digunakan dalam kegiatan yang membahayakan keselamatan. Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas di Kota Bontang,” pungkasnya. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *