ADVERTORIALDPRDEKONOMIKALTIMKESEHATAN

DPRD Kaltim Sebut Penyebab Stunting Tak Hanya Soal Kemiskinan

×

DPRD Kaltim Sebut Penyebab Stunting Tak Hanya Soal Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
DPRD Kaltim Sebut Penyebab Stunting Tak Hanya Soal Kemiskinan
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana. (Foto: Ist)

NIUS.id – Penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan atau kekurangan makanan. Wakil Ketua DPRD Kaltim Yenni Eviliana menekankan bahwa pola asuh, kebiasaan makan, kesehatan anak, dan lingkungan keluarga juga memengaruhi tumbuh kembang.

Selain itu, yenni menyampaikan pandangan itu untuk meluruskan anggapan yang masih berkembang di masyarakat. Menurutnya, keluarga dengan kondisi ekonomi mapan pun dapat menghadapi persoalan stunting pada anak.

“Selama ini stunting sering dikaitkan dengan kekurangan gizi dan keterbatasan ekonomi. Padahal, banyak juga kasus stunting yang terjadi pada keluarga mampu, sehingga persoalannya bukan hanya soal makanan,” ujarnya, Kamis, 18 Desember 2025.

Penyebab Stunting Perlu Dilihat Menyeluruh

Selain itu, selain faktor ekonomi, Yenni menyoroti peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Pola makan, kebiasaan sehari-hari, perhatian terhadap kondisi kesehatan, dan suasana keluarga perlu menjadi bagian dari pencegahan.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyamakan stunting dengan kemiskinan. Cara pandang tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman sekaligus membuat keluarga mengabaikan faktor lain yang perlu mereka perhatikan.

Namun, Yenni juga mengakui bahwa banyak kasus muncul pada kelompok ekonomi rendah. Kondisi itu tetap memerlukan perhatian pemerintah, tetapi kebijakan tidak dapat memakai satu pendekatan untuk seluruh keluarga.

Selain itu, ia turut menyoroti penyaluran bantuan gizi yang belum selalu tepat sasaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembagian makanan saja belum cukup untuk menjawab seluruh penyebab stunting.

“Dengan pemahaman yang tepat, penanganan stunting diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan efektif,” kata Yenni.

Sementara itu, kondisi lingkungan juga perlu mendapat perhatian. Di Bontang, misalnya, sanitasi menjadi salah satu perhatian dalam penanganan stunting di wilayah pesisir.

Masyarakat dapat memperoleh materi kesehatan keluarga melalui laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan. Informasi dari tenaga kesehatan tetap menjadi rujukan ketika orang tua membutuhkan penilaian sesuai kondisi anak.

Selain itu, pada akhirnya, DPRD Kaltim mendorong penanganan yang melihat kebutuhan setiap keluarga. Pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua perlu saling mendukung agar upaya pencegahan berjalan konsisten.

Selain itu, laporan Wartawan NIUS.id, Zuajie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *