ADVERTORIALBontangDPRD

DPRD Bontang Minta Sekolah Lebih Proaktif Akses Pendanaan Pusat

×

DPRD Bontang Minta Sekolah Lebih Proaktif Akses Pendanaan Pusat

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, mendorong satuan pendidikan, khususnya sekolah swasta, untuk lebih aktif mencari sumber pendanaan di luar APBD.

Ia menilai, perubahan kebijakan fiskal dari pemerintah pusat membuat ruang keuangan daerah semakin terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya fleksibilitas pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan, termasuk hibah pendidikan.

Dalam situasi itu, Heri menekankan pentingnya perubahan pendekatan, di mana sekolah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dukungan daerah, melainkan mulai membangun inisiatif sendiri.

“Ke depan kita tidak bisa hanya menunggu bantuan dari daerah. Sekolah perlu lebih aktif membuka komunikasi dengan pemerintah pusat agar peluang pendanaan bisa dimanfaatkan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu kunci untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat adalah keterbukaan data melalui sistem Dapodik. Data yang akurat dinilai menjadi pintu awal agar kebutuhan sekolah dapat terbaca dengan jelas.

“Yang terpenting adalah kejujuran dalam menyampaikan kondisi. Data yang sesuai di lapangan akan memudahkan pemerintah pusat memahami kebutuhan riil sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heri menuturkan bahwa upaya tidak cukup berhenti pada pembaruan data. Sekolah juga perlu membangun komunikasi lanjutan secara langsung dengan kementerian terkait agar usulan yang diajukan mendapat perhatian lebih serius.

“Kalau komunikasinya dibangun dengan baik dan kebutuhan dijelaskan secara rinci, peluang untuk mendapatkan dukungan akan jauh lebih besar,” katanya.

Ia menyebut, sudah ada contoh sekolah yang berhasil meningkatkan nilai bantuan setelah aktif melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa peluang pendanaan terbuka luas.

“Ini menunjukkan bahwa kesempatan itu ada. Tinggal bagaimana kita proaktif dan konsisten memperjuangkannya,” tambahnya.

Legislator Gerindra ini pun mengajak kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk mulai membangun jejaring serta memperkuat kapasitas dalam mengakses berbagai program bantuan dari pemerintah pusat.

“Jangan hanya bergantung pada APBD. Kita harus mulai bergerak dan memanfaatkan semua peluang yang tersedia,” pungkasnya.

Laporan WartawanNIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *