ADVERTORIALBalikpapanKALTIMKESEHATANPemerintah

DLH Balikpapan Lakukan Pengujian Sampel Debu, Hasil Laboratorium Masih Ditunggu

×

DLH Balikpapan Lakukan Pengujian Sampel Debu, Hasil Laboratorium Masih Ditunggu

Sebarkan artikel ini
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Syahrul/Nius.id)
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Syahrul/Nius.id)

NIUS.id – Uji laboratorium debu Balikpapan masih berlangsung setelah warga mengeluhkan partikel yang menempel di rumah, halaman, dan kendaraan. Dinas Lingkungan Hidup belum memastikan sumber maupun kandungannya.

Selain itu, keluhan muncul sejak Selasa (23/6/2026) dari sejumlah wilayah di Balikpapan Tengah, Balikpapan Barat, dan Balikpapan Utara. Warga kemudian ramai membicarakan sebaran debu melalui media sosial.

Selain itu, kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan petugas telah mengambil sampel di beberapa lokasi. Sucofindo kini memeriksa sampel itu sebagai pihak independen.

“Sampel sudah diambil, tetapi hasilnya tidak bisa keluar dengan cepat,” ujar Sudirman, Kamis (25/6/2026).

Sumber Debu Masih Belum Pasti

Selain itu, dLH dan Sucofindo telah melakukan pengecekan lapangan sehari sebelumnya. Tim gabungan kembali mendatangi lokasi keluhan untuk memeriksa kondisi dan mencocokkan laporan warga.

“Hari ini kembali turun ke lapangan secara gabungan,” katanya.

Selain itu, sudirman menegaskan hasil laboratorium menjadi dasar utama penelusuran. Pemerintah belum dapat menyimpulkan asal partikel sebelum pemeriksaan selesai.

“Yang melakukan pengujian adalah Sucofindo,” terang Sudirman.

Selain itu, pertamina sebelumnya menyatakan partikel masih berada dalam batas aman berdasarkan pengecekan awal. Namun, DLH tetap menunggu pembuktian melalui pemeriksaan sampel.

“Untuk pembuktian butuh uji sampel di laboratorium,” tegas Sudirman.

Selain itu, dLH juga meminta PT Kilang Pertamina Balikpapan menyusun laporan tanggap darurat mengenai sebaran debu pada 22 Juni 2026. Perusahaan perlu menguji kualitas udara ambien dengan pendampingan pemerintah.

Selain itu, laporan tersebut perlu memuat kronologi, wilayah sebaran, langkah penanganan, dan hasil pemantauan. Data itu akan membantu pemerintah membandingkan temuan lapangan dengan hasil laboratorium.

Dampak kesehatan ikut menjadi perhatian. Berita selanjutnya mencatat kasus ISPA di Balikpapan mencapai 4.125 ketika kabut asap menyelimuti kota pada September 2026.

Sejak awal kejadian, Dinkes Balikpapan telah memantau dampak hujan debu dan perkembangan kasus ISPA melalui puskesmas.

Selain itu, dLH turut meminta perusahaan menyiapkan tim medis bagi warga yang mengalami keluhan. Pemerintah juga meminta evaluasi prosedur dan simulasi tanggap darurat untuk mencegah kejadian serupa.

Pemerintah akan menyampaikan kesimpulan setelah menerima hasil uji laboratorium. Hingga saat itu, DLH belum bisa memastikan sumber debu dan tingkat risikonya. Warga masih menunggu penjelasan resmi. (Adv Diskominfo Balikpapan)

Laporan Wartawan NIUS.id, SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *