KALTIMKutimNEWS

Antre Berjam-jam di SPBU, BBM Eceran Melonjak Tiga Kali Lipat

×

Antre Berjam-jam di SPBU, BBM Eceran Melonjak Tiga Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Antrean kendaraan roda dua mengular di salah satu SPBU di wilayah Wahau - Miau, Kutai Timur. Foto/Istimewa

NIUS.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite terjadi di Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur. Dampaknya langsung terasa: harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp30 ribu per liter.

Di SPBU, harga memang masih normal di kisaran Rp10 ribu per liter. Namun untuk mendapatkannya, warga harus rela mengantre berjam-jam di bawah terik.

Kondisi ini membuat sebagian warga tak punya pilihan selain membeli BBM eceran dengan harga dua hingga tiga kali lipat.

“Kalau di SPBU sekitar Rp10 ribu. Di eceran bisa Rp20 sampai Rp30 ribu per liter,” kata Adi Nugraha, warga Muara Wahau, Minggu (19/4).

Menurutnya, antrean panjang dan pasokan yang terbatas menjadi penyebab utama. Distribusi BBM ke wilayah tersebut disebut tidak rutin, sehingga memicu kelangkaan dan membuka celah kenaikan harga di tingkat pengecer.

Situasi ini makin menekan masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada BBM untuk aktivitas harian.

Merespons kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur, Nora Ramadhani, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah pasokan.

“Tambahan suplai mulai masuk hari ini. Kami dorong penambahan di wilayah dengan permintaan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, pengawasan distribusi juga diperketat. SPBU diminta tidak melayani pembelian yang terindikasi penimbunan atau pengetapan.

Langkah ini diambil untuk mencegah kelangkaan berulang dan memastikan BBM bersubsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak.

Di sisi lain, warga diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata.

Sementara itu, di tengah kondisi Pertalite yang langka, harga BBM non-subsidi justru mengalami kenaikan per 18 April 2026. Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex naik signifikan, meski Pertalite tetap dipertahankan di harga Rp10 ribu per liter.

Kondisi ini membuat Pertalite semakin jadi “rebutan”—murah, tapi sulit didapat. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *