ADVERTORIALBalikpapanKALTIMPemerintah

Disnaker Balikpapan Arahkan Pelatihan 2027 Sektor Daya Serap Tinggi

×

Disnaker Balikpapan Arahkan Pelatihan 2027 Sektor Daya Serap Tinggi

Sebarkan artikel ini
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar. (FOTO: SR/NIUS.id)
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar. (FOTO: SR/NIUS.id)

NIUS.id – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan mulai menyusun arah program pelatihan kerja tahun 2027 dengan fokus pada peningkatan peluang kerja dan pengembangan usaha mandiri bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, Disnaker berharap pelatihan yang diberikan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam membuka akses pekerjaan yang lebih luas.

Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan arah program tersebut saat ini tengah dibahas dalam penyusunan rencana kerja tahun 2027 bersama Komisi IV DPRD Kota Balikpapan.

“Fokusnya adalah pelatihan yang bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat dalam jumlah lebih banyak,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Sejalan dengan itu, Disnaker saat ini tengah mengevaluasi efektivitas berbagai program pelatihan yang selama ini dijalankan. Penilaian tidak hanya melihat potensi pendapatan dari suatu profesi, tetapi juga mempertimbangkan sejauh mana pelatihan tersebut mampu menjangkau lebih banyak peserta dan membuka peluang kerja baru.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah pelatihan operator alat berat yang membutuhkan biaya cukup besar, bahkan mencapai sekitar Rp10 juta per peserta. Dengan anggaran yang sama, menurut Adamin, terdapat sejumlah jenis pelatihan lain yang berpotensi menjangkau lebih banyak masyarakat, seperti digital marketing, kuliner, maupun berbagai bidang jasa.

Meski demikian, kebutuhan pelatihan yang akan menjadi prioritas masih akan dipetakan kembali berdasarkan kondisi pasar kerja dan peluang usaha yang berkembang di Balikpapan. Langkah ini dilakukan agar program yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

“Yang akan kami petakan adalah pelatihan apa yang benar-benar bisa memberikan kesempatan orang untuk bekerja atau berusaha,” jelasnya.

Tak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, Disnaker juga berharap program pelatihan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat berbagi pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya.

“Kami berharap peserta yang sudah dilatih memiliki komitmen untuk menularkan pengetahuan dan keterampilannya kepada orang lain,” terangnya.

Program pelatihan tersebut menyasar masyarakat usia produktif, mulai dari lulusan sekolah menengah yang telah memasuki usia kerja hingga sekitar usia 40 tahun. Kelompok usia ini dinilai masih memiliki peluang besar untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Adamin menambahkan, pelaksanaan pelatihan nantinya akan melibatkan lembaga pelatihan dan tenaga instruktur yang berada di Balikpapan. Selain mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, langkah ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah karena anggaran yang dialokasikan tetap berputar di tingkat lokal.

“Jadi manfaat ekonominya juga bisa dirasakan daerah,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *