NIUS.id – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menjadi pijakan baru bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Menyusul capaian peringkat kedua se-Kalimantan Timur, Disdikbud kini tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Literasi dan Numerasi sebagai upaya meningkatkan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan.
Sekretaris Disdikbud Bontang Saparuddin mengatakan, capaian TKA tidak hanya dipandang sebagai prestasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi menjadi fokus utama agar kemampuan dasar siswa terus meningkat.
“Kami berusaha memperbaiki literasi dan numerasi dengan memperkuat melalui upaya berupa regulasi Perwali Literasi dan Numerasi,” ujarnya, Jumat (26/6/2026)
Ia menjelaskan, regulasi tersebut nantinya menjadi pedoman bagi seluruh sekolah dalam membangun budaya membaca, meningkatkan kemampuan memahami bacaan, serta memperkuat keterampilan berhitung peserta didik. Kebijakan itu juga akan dibarengi dengan peningkatan kompetensi guru dan evaluasi pembelajaran secara berkala.
Langkah tersebut dilakukan setelah Kota Bontang mencatatkan hasil menggembirakan pada pelaksanaan TKA 2026. Berdasarkan data Kelompok Kerja TKA Provinsi Kalimantan Timur, Bontang berada di posisi kedua untuk jenjang SD dengan rata-rata nilai Bahasa Indonesia 69,44 dan Matematika 48,88. Capaian itu hanya berada di bawah Kota Balikpapan yang menjadi peringkat pertama.
Nilai rata-rata Bontang juga melampaui capaian nasional. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, rata-rata nasional berada di angka 60,35, sedangkan Matematika sebesar 43,61. Artinya, kemampuan akademik siswa SD di Bontang unggul lebih dari sembilan poin pada Bahasa Indonesia dan lebih dari lima poin pada Matematika dibanding rata-rata nasional.
Sebanyak 2.978 siswa SD di Kota Bontang mengikuti TKA tahun ini. Meski jumlah peserta lebih sedikit dibanding sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur, capaian akademik Bontang mampu menempatkan daerah ini di papan atas.
Saparuddin berharap hasil tersebut menjadi motivasi bagi seluruh satuan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua.
“Harapan kami, dengan penguatan literasi dan numerasi secara berkelanjutan, prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingga Bontang mampu menjadi yang terbaik di Kalimantan Timur pada pelaksanaan TKA berikutnya,” tutupnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



