NIUS.id – Rencana kenaikan Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada 2027 tidak hanya soal penambahan anggaran, tetapi juga dibarengi penekanan pada perbaikan fasilitas dasar sekolah dan penanganan kekurangan tenaga pendidik.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyatakan peningkatan BOSDA harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas lingkungan belajar, terutama pada aspek yang selama ini masih luput dari perhatian.
“Kenaikan BOSDA ini tidak boleh hanya berhenti di angka. Kami ingin sekolah benar-benar berbenah, terutama fasilitas dasar seperti sanitasi yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Saat ini, BOSDA untuk tingkat SMP berada di kisaran Rp1 juta per siswa dan direncanakan naik menjadi Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per siswa, baik untuk sekolah negeri maupun swasta.
Selain pembenahan fasilitas, Pemkot juga menyoroti kebutuhan tenaga pengajar yang masih belum terpenuhi. Setidaknya 127 guru masih dibutuhkan seiring banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun.
Menurut Neni, keterbatasan rekrutmen akibat larangan pengangkatan honorer mendorong pemerintah mencari skema alternatif agar proses belajar tetap berjalan optimal.
“Kami sedang merancang mekanisme agar BOSDA bisa turut mendukung pembiayaan guru pengganti, tentu dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.
Ia menambahkan, guru pengganti yang direkrut nantinya diharapkan mendapatkan kesejahteraan yang layak agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
“Kami ingin tenaga pengganti ini mendapat penghasilan yang pantas, minimal mendekati standar UMK, supaya mereka bisa bekerja dengan optimal,” pungkasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



