EKONOMIKALTIMNEWSSamarinda

BPS Catat 442.585 Perjalanan Wisnus di Kaltim, Samarinda Jadi Penyumbang Terbesar

×

BPS Catat 442.585 Perjalanan Wisnus di Kaltim, Samarinda Jadi Penyumbang Terbesar

Sebarkan artikel ini
Danau Labuan Cermin, salah satu destinasi wisata di Berau, Kaltim. Foto/Istimewa

NIUS.id – Aktivitas perjalanan masyarakat di Kalimantan Timur tetap tinggi sepanjang Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat 442.585 perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) di dalam wilayah provinsi tersebut.

Di saat mobilitas warga antardaerah tetap ramai, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kaltim cenderung stabil di kisaran 1.000 kunjungan per bulan.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan jumlah Wisman yang berkunjung pada Juli 2026 mencapai 998 kunjungan. Angka tersebut hanya turun tujuh kunjungan dibandingkan Juni yang mencapai 1.005 kunjungan.

“Untuk wisatawan mancanegaranya cenderung stabil, hampir di angka 1.000,” kata Mas’ud.

Dari 998 kunjungan Wisman tersebut, wisatawan asal Brunei Darussalam menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 30 persen. Malaysia berada di urutan berikutnya dengan 23 persen, sedangkan Tiongkok menyumbang 6 persen.

Dominasi negara tetangga tersebut menunjukkan masih kuatnya arus kunjungan dari kawasan sekitar Kaltim. Brunei dan Malaysia menjadi dua negara asal dengan kontribusi terbesar terhadap kunjungan Wisman pada Juli.

Sementara itu, mobilitas masyarakat di dalam Kaltim jauh lebih besar. BPS mencatat 442.585 perjalanan Wisnus sepanjang Juli.

Samarinda menjadi daerah dengan kontribusi perjalanan Wisnus terbesar, yakni 25,21 persen. Kutai Kartanegara berada di posisi berikutnya dengan 19,92 persen, disusul Balikpapan sebesar 18,56 persen.

Besarnya mobilitas di tiga wilayah tersebut sejalan dengan peran Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan sebagai kawasan dengan aktivitas pemerintahan, ekonomi, perdagangan, dan jasa yang tinggi.

Data tersebut tidak hanya menggambarkan aktivitas perjalanan, tetapi juga menunjukkan adanya pergerakan masyarakat yang berpotensi menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah tujuan, seperti transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, serta sektor pendukung pariwisata lainnya.

Di sisi lain, jumlah wisatawan nasional (Wisnas), yakni penduduk Kaltim yang melakukan perjalanan ke luar negeri dan kembali melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, justru mengalami penurunan.

Pada Juli, BPS mencatat 4.570 perjalanan Wisnas. Jumlah tersebut turun cukup besar dibandingkan Juni yang mencapai 7.902 perjalanan.

Mas’ud menjelaskan, tingginya angka Wisnas pada Juni tidak mencerminkan pola perjalanan normal karena dipengaruhi kepulangan jemaah haji asal Kaltim.

“Penurunannya ada yang sifatnya occasional, khususnya sebelumnya karena haji. Jadi masih wajar,” jelasnya.

Dengan demikian, penurunan perjalanan Wisnas pada Juli lebih banyak mencerminkan berakhirnya faktor musiman tersebut.

Secara umum, data BPS menunjukkan tiga pola berbeda dalam pergerakan wisatawan Kaltim pada Juli. Perjalanan Wisnus di dalam daerah tetap tinggi, kunjungan Wisman relatif stabil, sementara perjalanan Wisnas turun setelah berakhirnya momentum kepulangan jemaah haji.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas pariwisata dan perjalanan di Kaltim pada pertengahan 2026 masih banyak ditopang oleh mobilitas masyarakat di dalam daerah, sementara pasar wisatawan mancanegara cenderung bertahan pada level yang relatif stabil. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *