KRIMINALNEWS

Viral Video Penganiayaan ART Indonesia di Malaysia

×

Viral Video Penganiayaan ART Indonesia di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar tkw Indonesia dianiaya majikan di Johor Baru.

NIUS.id – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap pekerja migran Indonesia di Malaysia viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Dalam video yang beredar luas, seorang perempuan yang diketahui merupakan warga negara Indonesia (WNI) tampak menjadi korban kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh majikan dan beberapa orang lainnya.

Kasus tersebut kini telah ditangani aparat kepolisian Malaysia. Empat orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan telah diamankan untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat duduk di atas sofa sambil menahan rasa sakit. Seorang pria berbaju biru tampak berulang kali memukul korban yang tidak memberikan perlawanan. Selain itu, seorang perempuan juga terlihat memukul bagian kepala korban, sementara seorang perempuan lainnya merekam kejadian tersebut.

Korban bahkan tampak dijambak dan menerima pukulan berulang kali yang mengarah ke bagian kepala, memicu kecaman dari masyarakat Indonesia maupun Malaysia.

Belakangan diketahui korban merupakan pekerja migran Indonesia berinisial YY yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Johor Bahru, Malaysia.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membenarkan bahwa korban merupakan WNI yang saat ini telah mendapatkan perlindungan dari Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia.

Kasus ini terungkap setelah YY melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya melalui layanan KSATRIA milik KJRI Johor Bahru pada 13 Juni 2026.

Dalam laporannya, YY tidak hanya mengadukan penganiayaan terhadap dirinya, tetapi juga menyampaikan adanya dua pekerja migran Indonesia lainnya yang diduga mengalami perlakuan serupa. Kedua korban tersebut diketahui berinisial YA dan SH.

Berdasarkan keterangan yang diterima KJRI Johor Bahru, ketiga korban diduga telah beberapa kali mengalami kekerasan selama bekerja di Malaysia.

Salah satu insiden pemukulan disebut terjadi pada akhir 2025 hingga awal Januari 2026. Setelah kejadian tersebut, para korban diduga ditinggalkan oleh pemberi kerja di kawasan Kampung Melayu Majidee, Johor Bahru.

Dari hasil pendalaman awal, diketahui ketiga pekerja migran tersebut bekerja secara nonprosedural dan tidak memiliki izin kerja resmi. Selain itu, paspor para korban juga masih dikuasai oleh pemberi kerja sehingga mereka merasa takut untuk melaporkan kasus yang dialami kepada aparat setempat.

Karena khawatir terhadap keselamatan dirinya, YY akhirnya memutuskan meminta bantuan kepada KJRI Johor Bahru.

Menindaklanjuti laporan tersebut, KJRI Johor Bahru segera berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia. Pada hari yang sama, aparat kepolisian Johor Bahru berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Keempat terduga pelaku terdiri atas dua perempuan dan dua laki-laki yang saat ini masih menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, dua korban yakni YY dan SH telah ditempatkan di Tempat Tinggal Sementara milik KJRI Johor Bahru untuk mendapatkan perlindungan, pendampingan psikologis, serta bantuan hukum.

Adapun satu korban lainnya, YA, yang berada di Kuala Lumpur, sedang dalam proses penjemputan oleh perwakilan Indonesia untuk memperoleh perlindungan serupa sekaligus memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Kementerian Luar Negeri RI bersama KJRI Johor Bahru, KBRI Kuala Lumpur, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memastikan akan terus mengawal proses hukum yang berjalan di Malaysia.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan penuh kepada para korban hingga kasus dugaan penganiayaan tersebut memperoleh kepastian hukum dan seluruh hak-hak pekerja migran Indonesia terpenuhi. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *