NIUS.id – Lima titik api kembali membakar lahan kosong bekas persawahan di Jalan Belimau, Gang Limau Asri RT 24, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Minggu (6/9/2026) petang.
Kebakaran lahan di kawasan tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Peristiwa ini juga menjadi lanjutan dari kebakaran serupa yang terjadi sehari sebelumnya di lokasi yang sama.
Api pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 17.00 WITA. Kobaran kemudian dengan cepat menjalar hingga mendekati area persawahan di wilayah Betapus.
Kondisi lahan yang kering ditambah angin kencang diduga mempercepat pergerakan api. Dalam waktu singkat, kobaran dari sejumlah titik mulai menyambung dan membentuk garis api di tengah lahan kosong.
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda tiba di lokasi sekitar pukul 17.50 WITA. Petugas bersama relawan yang lebih dulu berada di lapangan langsung melakukan pemadaman.
Dua unit penampungan air ditempatkan di lokasi yang berdekatan dengan titik api. Upaya tersebut dilakukan karena sumber air permanen berada cukup jauh dari lokasi kebakaran sehingga ketersediaan air harus terus dijaga selama proses pemadaman.
Setelah berjibaku lebih dari satu jam, petugas BPBD bersama relawan berhasil menjinakkan sejumlah titik api. Sekitar pukul 19.30 WITA, kebakaran dinyatakan padam.
Namun, petugas belum langsung meninggalkan lokasi. Kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik di bagian tengah lahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sisa bara pada tanah, gambut, atau rerumputan kering berpotensi kembali memunculkan api.
Polsek Sungai Pinang juga melakukan pemantauan bersama relawan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru sekaligus memastikan kebakaran tidak kembali meluas ke area persawahan dan permukiman warga.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan pemantauan tetap dilakukan meski api utama telah berhasil dipadamkan.
“Kami tetap melakukan pemantauan karena masih terlihat kepulan asap di beberapa titik. Langkah ini untuk mengantisipasi munculnya kembali api dan memastikan kebakaran tidak meluas,” ujarnya.
Kebakaran yang terjadi dua hari berturut-turut di kawasan Lempake tersebut menjadi perhatian karena lokasi lahan berdekatan dengan area persawahan Betapus yang masih digunakan untuk aktivitas warga.
Selain ancaman penjalaran api, kepulan asap yang tersisa juga berpotensi mengganggu kualitas udara di kawasan permukiman sekitar.
Kepolisian mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih ketika kondisi vegetasi dan tanah sedang kering. Api yang muncul di lahan kering dapat dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api,” tegas Aksarudin. (*/Zk)



