NIUS.id – Dinas Lingkungan Hidup Samarinda membantah informasi yang beredar di media sosial yang menyebut indeks partikel debu halus PM 2.5 di Samarinda mencapai 445,4 µg/m³.
Hasil pengujian tim teknis DLH menunjukkan angka sesungguhnya hanya 26 µg/m³ — masuk kategori sedang berdasarkan standar BMKG dengan rentang aman 15,6–55,4 µg/m³.
Plt. Kepala DLH Samarinda Suwarso menyebut kenaikan indeks memang sesekali terjadi di beberapa titik rawan seperti Samarinda Utara dan Palaran, namun disebabkan kebakaran lahan lokal yang sifatnya sementara.
“Paling hanya bertahan 1 sampai 2 jam, setelah itu indeksnya langsung kembali ke kondisi semula, yakni kategori sedang,” ujarnya.
DLH mengimbau warga memverifikasi informasi kualitas udara dari sumber resmi sebelum menyebarkannya. (*/Zk)



