ADVERTORIALBalikpapanKALTIMPemerintah

Tak Lagi Tambal Sulam, Pemkot Balikpapan Bangun Perbaikan Permanen Jalan Syafrudin Yoes

×

Tak Lagi Tambal Sulam, Pemkot Balikpapan Bangun Perbaikan Permanen Jalan Syafrudin Yoes

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo bersama sejumlah pejabat terkait meninjau progres perbaikan permanen Jalan Syafrudin Yoes. (FOTO: SR/NIUS.id)
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo bersama sejumlah pejabat terkait meninjau progres perbaikan permanen Jalan Syafrudin Yoes. (FOTO: SR/NIUS.id)

NIUS.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mengupayakan penanganan permanen terhadap ruas Jalan Syafrudin Yoes yang mengalami longsor di Balikpapan Selatan. Melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp9,6 miliar, perbaikan dilakukan agar persoalan yang selama ini menyebabkan badan jalan amblas dapat diselesaikan hingga ke akar penyebabnya.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan penanganan kali ini tidak lagi berfokus pada perbaikan sementara, melainkan membangun konstruksi yang lebih kuat sehingga jalan dapat digunakan masyarakat dengan lebih aman dalam jangka panjang.

“Kalau hanya diaspal, sekitar Rp100 juta, seminggu kemudian rusak lagi. Karena itu kami ingin menyelesaikan sumber permasalahannya,” ujar Bagus saat meninjau lokasi proyek, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil kajian teknis, penyebab utama amblasnya jalan adalah keberadaan lapisan tanah lunak di bawah konstruksi. Karena itu, seluruh pekerjaan difokuskan untuk memperkuat fondasi agar penurunan badan jalan tidak kembali terjadi.

Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap pembuatan fondasi utama (foot plate) setelah pemasangan tiang selesai. Tahap berikutnya akan dilanjutkan pada bagian atas konstruksi sehingga lapisan tanah lunak tidak lagi memicu penurunan permukaan jalan.

“Kalau fondasi ini selesai, nanti tanah di atasnya tidak lagi mengalami settlement atau penurunan. Penanganannya benar-benar permanen,” ujarnya.

Proyek yang dikerjakan melalui kolaborasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Balikpapan tersebut telah mencapai progres fisik sekitar 30 persen. Pekerjaan yang dimulai sejak 13 Mei 2026 itu masih berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung pada 24 Agustus 2026.

“Masih on schedule. Mudah-mudahan cuaca mendukung karena kendala terbesar memang hujan. Kalau tidak hujan terus, saya optimistis pekerjaan selesai tepat waktu,” katanya.

Agar proses pembangunan tetap berjalan lancar, Bagus meminta penyedia jasa menyiapkan terpal untuk melindungi material timbunan saat hujan serta memastikan proses pemadatan tanah dilakukan secara hati-hati agar tidak memengaruhi konstruksi yang telah dibangun.

Dia juga mendorong kontraktor menambah jumlah tenaga kerja sehingga pekerjaan dapat dipercepat tanpa mengurangi kualitas. Selain itu, komunikasi dengan masyarakat sekitar diminta tetap dijaga selama proses pembangunan berlangsung.

“Kalau ada persoalan dengan pemilik tanah, segera dikomunikasikan dengan baik supaya tidak terjadi gejolak sosial. Material timbunan juga harus segera dirapikan agar tidak memengaruhi kondisi tanah di sekitar konstruksi,” katanya.

Bagus menjelaskan penggunaan anggaran darurat sebesar Rp9,6 miliar dipilih karena kondisi di lapangan membutuhkan penanganan secepatnya. Sementara itu, desain teknis proyek disusun oleh BBPJN Kalimantan Timur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

“Desainnya disiapkan oleh Balai, sedangkan karena kondisinya sangat mendesak, Pemerintah Kota menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga sebesar Rp9,6 miliar agar pekerjaan bisa segera dilaksanakan. Kalau menunggu anggaran reguler, kemungkinan baru bisa dikerjakan pada 2027,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara BBPJN Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan dapat mempercepat penyelesaian proyek sehingga Jalan Syafrudin Yoes kembali dapat dilalui masyarakat dengan aman dan nyaman sesuai target pada Agustus mendatang.

Laporan Wartawan NIUS.id, SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *