NIUS.id – BPS Kalimantan Timur mencatat inflasi Juli 2026 sebesar 3,31 persen secara tahunan (y-on-y) dengan IHK 112,59.
Seluruh daerah pemantauan IHK di Kaltim mengalami kenaikan harga, dengan Samarinda tertinggi dan Penajam Paser Utara terendah.
“Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 3,77 persen. Disusul Balikpapan 3,06 persen, Berau 2,88 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,34 persen,” ujar Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai, Selasa (4/8/2026).
Pendorong inflasi tertinggi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (10,16 persen) serta transportasi (9,83 persen).
Kelompok lain yang turut naik: makanan, minuman, dan tembakau 2,77 persen; kesehatan 2,19 persen; perlengkapan rumah tangga 2,15 persen; restoran 1,77 persen; pendidikan 1,53 persen; pakaian dan alas kaki 0,68 persen; informasi dan jasa keuangan 0,49 persen; serta perumahan dan bahan bakar 0,23 persen.
Satu-satunya kelompok yang terkoreksi turun adalah rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,48 persen. Secara bulanan, inflasi m-to-m Juli 2026 tercatat 0,18 persen, sementara inflasi kalender (y-to-d) sejak awal tahun mencapai 2,54 persen. (*/Zk)



