BontangNEWSUTAMA

Parkir Warung Kopi di Tanjung Laut Dikeluhkan Warga, Akses Jalan Terganggu

×

Parkir Warung Kopi di Tanjung Laut Dikeluhkan Warga, Akses Jalan Terganggu

Sebarkan artikel ini
Parkiran motor di Tanjung Laut dikeluhkan warga, akses jalan terganggu dan aktivitas harian ikut terdampak. (FOTO: Zuajie)
Parkiran motor di Tanjung Laut dikeluhkan warga, akses jalan terganggu dan aktivitas harian ikut terdampak. (FOTO: Zuajie)

NIUS.id – Warga di kawasan Tanjung Laut mengeluhkan aktivitas parkir di salah satu warung kopi ternama yang dinilai mengganggu akses jalan. Keluhan ini datang dari masyarakat sekitar yang terdampak langsung, terutama di lingkungan gang dan jalan utama yang kerap dipadati kendaraan pengunjung.

Salah satu warga, Supri, mengatakan kondisi parkir saat ini sudah cukup meresahkan. Kendaraan roda dua milik pengunjung warung kopi sering memadati badan jalan hingga masuk ke gang permukiman warga.

“Sudah sangat mengganggu. Akses jalan jadi sempit, bahkan warga yang mau keluar masuk rumah juga kesulitan,” ujar Supri.

Ia menegaskan, persoalan ini bukan hanya dirasakan oleh satu atau dua orang, tetapi hampir seluruh warga di sekitar lokasi. Bahkan, aktivitas harian masyarakat ikut terdampak akibat sulitnya melintas di jalan yang dipenuhi kendaraan.

Menurutnya, pengelolaan parkir oleh pihak warung kopi dinilai belum maksimal, meskipun warga telah menyampaikan keluhan. Namun hingga kini, belum ada perubahan signifikan di lapangan.

“Kami mulai merasakan dampaknya, sampai sekarang belum ada solusi,” katanya.

Kondisi tersebut juga berdampak pada pengguna jalan lain yang melintas di kawasan itu. Banyak pengendara yang harus memperlambat laju kendaraan, bahkan terkadang terpaksa bergantian karena jalan menyempit akibat parkir liar.

Lebih lanjut, Supri mengajak masyarakat untuk membuka ruang diskusi bersama guna mencari solusi terbaik. Ia berharap ada komunikasi antara warga, pengelola usaha, dan pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut.

“Kami ingin duduk bersama, cari solusi. Ini bukan soal melarang usaha, tapi bagaimana supaya tertib dan tidak merugikan warga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya potensi pelanggaran aturan parkir yang seharusnya menjadi perhatian Dinas Perhubungan.

Menurutnya, pemerintah, khususnya pihak kelurahan, dapat menjadikan persoalan ini sebagai perhatian serius. Penataan parkir yang baik dinilai penting agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan warga sekitar.

“Kami berharap ini bisa jadi perhatian pemerintah, terutama kelurahan dan Dishub Bontang, supaya ada penataan yang jelas,” tutupnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Zuajie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *