NIUS.id – Karang Taruna (KT) tingkat kecamatan dan kelurahan di Kota Bontang mendesak Temu Karya tingkat kota segera digelar. Desakan itu muncul dalam rapat konsolidasi forum ketua KT Kota Bontang tiga kecamatan yang juga menghasilkan usulan lima nama calon Ketua Karang Taruna Kota Bontang.
Selain itu, dari lima nama tersebut, satu di antaranya merupakan perwakilan perempuan. Hal ini membuka peluang bagi perempuan untuk memimpin organisasi kepemudaan tersebut.
Selain itu, ketua Karang Taruna Kecamatan Bontang Utara, Irvan Wirahadi Kusuma, mengatakan rapat konsolidasi itu dipimpin bersama Ketua Karang Taruna Kecamatan Bontang Selatan, Bontang Utara, dan Bontang Barat.
“Pada prinsipnya, Karang Taruna kecamatan dan kelurahan menginginkan Temu Karya tingkat kota segera dilaksanakan. Ini menjadi salah satu poin utama yang kami bahas dalam rapat konsolidasi,” ujar Irvan.
Selain itu, menurutnya, Temu Karya diperlukan untuk menentukan kepemimpinan Karang Taruna tingkat kota sekaligus memastikan keberlanjutan organisasi.
Selain itu, lima nama yang diusung nantinya akan mengikuti proses pemilihan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi.
“Ada lima nama yang kami usung untuk kepemimpinan Karang Taruna Kota Bontang. Salah satunya merupakan perwakilan perempuan,” katanya.
Selain itu, soroti Anggaran Program Kerja 2027
Selain membahas kepemimpinan, rapat tersebut menyoroti penyusunan program kerja Karang Taruna kelurahan untuk tahun 2027, terutama kepastian dukungan anggaran.
Pengurus menilai, pembiayaan menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan pemberdayaan pemuda dan sosial kemasyarakatan dapat terlaksana.
Karena itu, Karang Taruna kecamatan dan kelurahan turut mendorong pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait untuk membahas realisasi program kerja serta penganggaran organisasi.
“Kami juga membahas program kerja Karang Taruna kelurahan tahun 2027. Harapannya, program yang sudah direncanakan bisa berjalan dan mendapat dukungan anggaran,” jelas Irvan.
Melalui RDP, pengurus berharap kebutuhan organisasi di tingkat kelurahan mendapat perhatian, termasuk kejelasan alokasi anggaran untuk menunjang kegiatan yang telah direncanakan.
Irvan menegaskan, penguatan Karang Taruna tidak hanya bergantung pada kepengurusan, tetapi juga pelaksanaan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin Karang Taruna tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga menjalankan program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Zuajie




