NIUS.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang resmi mengumumkan para pemenang Lomba Perpustakaan Terbaik Tahun 2026 untuk kategori SD/MI, SMP/MTs, hingga perpustakaan kelurahan.
Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 000.4.14.3/110/DPK/2026.
Lomba ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Bontang untuk mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap sekolah dan kelurahan yang konsisten menghadirkan layanan perpustakaan yang berkualitas, inovatif, dan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam membangun budaya literasi, menghadirkan layanan berkualitas, serta menciptakan lingkungan belajar yang hidup,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Retno berharap capaian para pemenang dapat menjadi motivasi bagi sekolah maupun kelurahan lainnya untuk terus berinovasi dalam mengembangkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Daftar Pemenang Lomba Perpustakaan Terbaik Kota Bontang 2026
Kategori SD/MI
- Juara I: Perpustakaan Arunika Pustaka – SD Negeri 008 Bontang Utara
- Juara II: Perpustakaan SD Negeri 002 Bontang Selatan
- Juara III: Perpustakaan Lentera – SD Negeri 013 Bontang Selatan
Kategori SMP/MTs
- Juara I: Perpustakaan Etam Cerdas – SMP Negeri 7 Bontang
- Juara II: Perpustakaan SMP Negeri 2 Bontang
- Juara III: Perpustakaan Juara – SMP Negeri 1 Bontang
Kategori Perpustakaan Kelurahan
- Juara I: Perpustakaan Mercusuar – Kelurahan Lok Tuan
- Juara II: Perpustakaan Ombak Pengetahuan – Kelurahan Tanjung Laut Indah
- Juara III: Perpustakaan Pelita Ilmu – Kelurahan Gunung Elai
- Juara Harapan I: Perpustakaan Satya Taru – Kelurahan Bontang Baru
- Juara Harapan II: Perpustakaan Kara Wiyata – Kelurahan Satimpo
- Juara Harapan III: Perpustakaan Pelita Lestari – Kelurahan Bontang Lestari
Menurut Retno, keberhasilan para pemenang tidak hanya diukur dari kelengkapan koleksi buku, tetapi juga inovasi layanan, pengelolaan perpustakaan, kenyamanan ruang baca, hingga kontribusinya dalam meningkatkan budaya membaca di lingkungan masing-masing.
DPK Bontang berharap kompetisi ini dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh pengelola perpustakaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan literasi masyarakat. (*/Zk)



