NIUS.id – Bahu jalan semenisasi sepanjang sekitar 15 meter di Kampung Kelian Dalam, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), amblas dan meninggalkan retakan panjang yang mencolok.
Kerusakan ini bukan baru terjadi kemarin. Warga menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Ironisnya, proyek jalan ini tergolong masih “muda”. Dikerjakan sejak 2024 dan baru rampung pada 2025.
Padahal, anggaran yang digelontorkan tidak kecil. Proyek dari Dinas PUPR-PERA Provinsi Kalimantan Timur itu menelan biaya hingga Rp32,9 miliar.
Proyek peningkatan Jalan Tering—Ujoh Bilang 1 tersebut dikerjakan oleh PT Prancis Nur, dengan nomor kontrak: 000.3.3/32/PPKom-BM/ADD-01/TRG.UJHBLG1.
Namun, belum genap setahun dinikmati, kondisinya уже memprihatinkan.
“Masih sekitar satu tahun selesai, tapi sudah amblas begini,” kata Johansyah, warga setempat, Jumat (17/4/2026).
Ia menilai kerusakan ini bukan hal wajar. Bahkan, ia menduga kuat ada masalah dalam proses pengerjaan.
“Kalau sesuai RAB, tidak mungkin cepat rusak sampai retak dan amblas. Ini patut diduga dikerjakan asal-asalan,” ujarnya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran. Warga takut kerusakan akan terus melebar dan membahayakan pengguna jalan.
Karena itu, Johansyah mendesak aparat penegak hukum turun tangan untuk memeriksa proyek tersebut secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran, mengaku akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Ia menyebut akan berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak kontraktor untuk menelusuri penyebab kerusakan.
“Soal kualitas, nanti kami tanyakan dulu ke PPK dan penyedia,” ujarnya singkat.(*/Zk)



