NIUS.id – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang periode 2026–2029 menggelar Rapat Kerja (Raker) di Kooala Seahouse, Bontang Kuala, Sabtu (11/7/2026), untuk merumuskan program kerja organisasi selama tiga tahun ke depan.
Sejumlah poin strategis disepakati, mulai dari Uji Kompetensi Wartawan (UKW), pelatihan penulisan kreatif dan literasi anti-hoaks, hingga program kesejahteraan serta advokasi dan perlindungan hukum bagi pekerja media.
Ketua PWI Kota Bontang, Muhammad Kusnadi, menegaskan program kerja yang dirumuskan mengutamakan peningkatan kapasitas, kualitas, dan penegakan kode etik jurnalistik bagi seluruh anggota.
“Rapat kerja di kawasan wisata Bontang Kuala ini sengaja kami pilih untuk membangun suasana kerja yang segar sekaligus solid,” ujarnya.
Kusnadi menjelaskan, fokus utama PWI Bontang periode ini adalah penguatan kompetensi wartawan serta menjaga sinergi pentahelix bersama pemerintah, instansi vertikal, dan sektor swasta.
“Kami tetap jaga intensitas dan energi kawan-kawan dalam menjalankan tugas kewartaan. Kami juga berupaya meningkatkan kinerja PWI Bontang agar bisa lebih baik dari sebelumnya, program kerja ini kami tetap optimalkan dijaga terlaksana dengan berkualitas baik secara internal maupun eksternal,” jelasnya.
Dalam raker tersebut, masing-masing bidang kepengurusan memaparkan rencana aksi program kerja tahunan.
Selain UKW dan program literasi, rapat yang berlangsung semalam itu juga merancang program kesejahteraan anggota serta advokasi dan perlindungan hukum bagi pekerja media.
“Kami juga merencanakan program mempererat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bontang dan lembaga hukum seperti Polres Bontang, Kejaksaan, hingga para legal, dalam menjaga marwah pers serta memaksimalkan pendistribusian informasi bagi masyarakat,” kata Kusnadi.
Raker turut diisi dengan dinamika kelompok dan pertandingan domino, sebagai bagian dari upaya mempererat kekompakan pengurus. (*/Zk)



