NIUS.id – DPRD Bontang meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak penerapan retribusi parkir di kawasan wisata Bontang Kuala. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diterapkan tidak berdampak negatif terhadap jumlah pengunjung maupun pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib menyebut bahwa pemerintah perlu segera mengukur dampak nyata dari kebijakan yang telah berjalan dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai keberhasilan kebijakan tidak hanya diukur dari penerimaan retribusi, tetapi juga dari perkembangan aktivitas ekonomi di kawasan wisata tersebut.
“Yang harus menjadi perhatian bersama adalah apakah kebijakan ini mampu memberikan manfaat bagi daerah tanpa mengurangi jumlah wisatawan dan pendapatan para pelaku UMKM di Bontang Kuala,” ujarnya, Rabu (9/6/2026).
Ia menegaskan bahwa peningkatan pendapatan daerah tidak boleh mengorbankan roda perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor wisata.
“Kalau penerimaan daerah meningkat tetapi kunjungan masyarakat justru menurun, tentu hal itu perlu menjadi bahan evaluasi. Karena yang ingin kita dorong adalah pertumbuhan ekonomi yang dirasakan semua pihak,” katanya.
Sahib menilai pemerintah perlu menghitung secara cermat keseimbangan antara potensi pemasukan dari retribusi dengan dampak yang mungkin muncul terhadap tingkat kunjungan wisatawan.
Menurutnya, kebijakan tersebut harus dikaji secara menyeluruh mengingat masyarakat selama ini terbiasa menikmati fasilitas di kawasan tersebut tanpa biaya tambahan.
“Kita perlu melihat data yang akurat, mulai dari jumlah pengunjung, omzet UMKM, hingga dampak ekonomi yang dirasakan warga sekitar setelah kebijakan ini diterapkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta dinas terkait bersama Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala melakukan evaluasi berkala agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menambah pendapatan daerah, tetapi bagaimana kawasan wisata ini tetap ramai, pelaku usaha berkembang, dan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



