NIUS.id – Aspek keselamatan di jalur protokol Jalan MT Haryono, Kota Bontang, menjadi perhatian DPRD. Anggota Komisi B, Nursalam, menilai masih terdapat potensi bahaya di kawasan tersebut yang perlu segera ditangani pemerintah.
Selain dikenal sebagai salah satu ruas utama kota, kawasan MT Haryono juga kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga. Namun di balik itu, ia menemukan sejumlah titik yang dinilai berisiko, terutama pada bagian trotoar.
Menurutnya, keberadaan baut penyangga tiang yang terbuka tanpa pelindung dapat membahayakan pengguna jalan, khususnya anak-anak dan warga yang beraktivitas di jalur jogging.
“Masih ada bagian-bagian konstruksi yang terbuka dan cukup berisiko jika tidak segera diamankan. Ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat dengan memasang pelindung pada bagian-bagian yang berpotensi menimbulkan cedera.
“Langkah sederhana seperti penutup karet atau pengaman lain bisa dilakukan agar potensi kecelakaan dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.
Di sisi lain, Nursalam juga menyinggung penataan kawasan yang dinilai belum maksimal. Meski penerangan di sepanjang jalan sudah memadai, ia melihat belum ada sentuhan yang mampu memperkuat identitas visual kota.
“Penerangannya memang cukup, tapi penataannya masih standar. Perlu ada sentuhan desain yang lebih menarik agar mencerminkan wajah kota yang berkembang,” katanya.
Ia pun mendorong agar pembenahan tersebut dapat dimasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan tahun ini, sehingga penataan kawasan strategis seperti MT Haryono bisa segera dilakukan secara menyeluruh.
Politisi Golkar ini menegaskan, pembenahan jalur protokol tidak hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik di Kota Bontang.
“Kalau direncanakan dari sekarang, penyesuaian itu bisa masuk dalam anggaran perubahan dan langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” tutupnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



