BontangKALTIMNEWS

Harapan Air Bersih Warga Gunung Telihan Makin Dekat Lewat Program TMMD

×

Harapan Air Bersih Warga Gunung Telihan Makin Dekat Lewat Program TMMD

Sebarkan artikel ini
Pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu sasaran fisik tambahan dalam program TMMD yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Foto: Luppi/NIUS

NIUS.id Suara logam yang saling beradu sesekali memecah suasana di RT 25, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Selasa (5/5/2026). Di bawah cuaca yang cukup terik, beberapa orang terlihat sibuk mengangkat pipa, merapikan peralatan, dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Debu tipis beterbangan saat tanah di sekitar lokasi pengerjaan terus dibuka. Namun di balik aktivitas itu, ada sesuatu yang sedang dibangun lebih dari sekadar instalasi sumur bor.

Di tempat itu, harapan perlahan sedang disusun satu demi satu.

Harapan tentang air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat. Bagi sebagian keluarga, persoalan air bukan hanya soal tersedia atau tidak tersedia. Ada waktu yang harus dihemat, tenaga yang harus dikeluarkan, dan kekhawatiran yang muncul saat musim kemarau datang.

Hari itu, personel Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0908/Bontang bersama masyarakat kembali melanjutkan pemasangan pipa sumur bor. Pembangunan tersebut menjadi salah satu sasaran fisik tambahan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat.

Di lokasi, pemandangan kebersamaan terlihat begitu nyata. Anggota TNI dan warga tidak tampak berdiri dalam peran yang berbeda. Mereka bekerja dalam satu ritme yang sama. Sebagian mengangkat material, sebagian lain membantu menyiapkan peralatan, sementara beberapa warga ikut memantau jalannya pemasangan.

Tidak terdengar instruksi yang terlalu kaku. Yang muncul justru percakapan ringan di sela pekerjaan, candaan kecil, dan sesekali tawa yang pecah di tengah kesibukan.

Penanggung jawab pekerjaan, Kapten Arh Yohanes Bay, mengatakan pembangunan sumur bor terus dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kami bersama warga terus berupaya maksimal agar pemasangan pipa sumur bor ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Yohanes.

Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut bukan semata-mata menjalankan target program fisik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat yang selama ini dihadapi sehari-hari.

“Kami ingin apa yang dibangun benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, sehingga kami berharap sumur bor ini nantinya dapat membantu warga dalam jangka panjang,” katanya.

Pembangunan sumur bor mungkin terlihat sederhana bila dilihat dari bentuk fisiknya. Hanya susunan pipa yang ditanam ke dalam tanah hingga mencapai sumber air. Namun bagi masyarakat sekitar, keberadaannya memiliki arti yang jauh lebih besar.

Sebab selama ini, musim kemarau sering kali membawa tantangan tersendiri. Ketika curah hujan menurun, sebagian warga mulai memikirkan kembali bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Air digunakan hampir untuk seluruh aktivitas dasar kehidupan. Mulai dari memasak, mandi, mencuci pakaian, hingga kebutuhan lainnya di dalam rumah. Saat ketersediaannya terbatas, rutinitas sederhana dapat berubah menjadi persoalan yang cukup menyulitkan.

Di sekitar lokasi, antusiasme masyarakat terlihat jelas. Sejumlah warga datang melihat proses pengerjaan. Sebagian ikut membantu, sementara lainnya memilih memperhatikan sambil sesekali berbincang mengenai perkembangan pekerjaan yang dilakukan.

Salah seorang warga mengaku pembangunan itu menjadi kabar yang cukup menggembirakan bagi masyarakat.

“Kalau sudah selesai nanti tentu sangat membantu. Air ini kebutuhan sehari-hari, jadi harapannya memang bisa terus tersedia dan tidak menyulitkan lagi saat musim kemarau datang,” ucapnya.

Warga lainnya juga berharap pembangunan tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan sekitar.

“Kami senang karena ada perhatian terhadap kebutuhan warga. Mudah-mudahan nanti airnya lancar dan bisa dipakai terus oleh masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, program TMMD memang selama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat juga membawa suasana kebersamaan yang semakin terasa.

Batas antara aparat dan masyarakat tampak memudar ketika pekerjaan dilakukan secara bersama-sama. Mereka berada di lokasi yang sama, mengangkat beban yang sama, dan memiliki tujuan yang sama.

Yohanes menilai semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan penting dalam setiap pelaksanaan program tersebut.

“Keterlibatan masyarakat sangat membantu proses pekerjaan di lapangan. Kebersamaan seperti ini yang ingin terus dibangun karena hasilnya nanti juga kembali untuk masyarakat,” ujarnya.

Menjelang sore, aktivitas di lokasi masih terus berlangsung. Pipa-pipa yang sebelumnya tersusun di sisi jalan perlahan mulai terpasang. Warga yang berada di sekitar lokasi sesekali memperhatikan pekerjaan yang dilakukan.

Mungkin bagi sebagian orang, itu hanya pembangunan sumur bor biasa.

Namun bagi warga RT 25 Gunung Telihan, pipa yang satu per satu ditanam ke dalam tanah itu menyimpan harapan yang jauh lebih besar. Bukan hanya tentang air yang mengalir ke rumah-rumah mereka, tetapi juga tentang rasa tenang saat kebutuhan paling mendasar akhirnya semakin dekat untuk terpenuhi.

Laporan Wartawan NIUS.id, Zuajie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *