ADVERTORIALBontangDPRDKALTIMNEWS

DPRD Bontang Dorong Optimalisasi Parkir Resmi untuk Dongkrak PAD

×

DPRD Bontang Dorong Optimalisasi Parkir Resmi untuk Dongkrak PAD

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Sahib. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id DPRD Kota Bontang mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk lebih serius mengoptimalkan sektor perparkiran sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dorongan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi C DPRD bersama Dishub terkait pembahasan program tahun 2026. Dalam forum itu, DPRD menilai ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat perlu mulai dikurangi dengan memaksimalkan potensi pendapatan daerah.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Sahib, menegaskan bahwa perangkat daerah harus mulai mencari sumber pendapatan baru secara mandiri.

“Ke depan kita harus lebih mandiri dalam menggali PAD. Jangan terus mengandalkan dana dari pusat, tapi juga harus tetap memperhatikan agar kebijakan yang diambil tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menilai sektor perparkiran menjadi salah satu potensi yang belum tergarap optimal. Praktik parkir liar yang masih marak dinilai justru menyebabkan kebocoran pendapatan daerah.

“Parkir yang tidak terkelola secara resmi itu tidak memberikan pemasukan ke daerah. Ini harus ditertibkan supaya bisa masuk dalam sistem dan berkontribusi ke PAD,” tegasnya.

Sahib juga mendorong agar penataan parkir dilakukan secara lebih tegas dan terstruktur.

“Kalau dikelola dengan baik, sektor parkir ini bisa jadi salah satu sumber PAD yang cukup menjanjikan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Bontang, M Taupan Kurnia, mengakui bahwa sektor parkir memang memiliki potensi besar, namun pengelolaannya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala.

“Memang benar, parkir ini punya potensi besar. Tapi saat ini masih banyak yang dikelola secara perorangan maupun kelompok, sehingga belum sepenuhnya masuk dalam sistem resmi,” jelasnya.

Ia mengatakan, Dishub saat ini tengah melakukan pendataan ulang terhadap titik-titik parkir di Kota Bontang.

“Kami sedang mendata kembali lokasi-lokasi parkir yang ada, untuk kemudian ditetapkan mana saja yang bisa dijadikan titik resmi dan dikelola secara lebih tertib,” ungkapnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *