NIUS.id – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mendorong pemerintah daerah untuk lebih maksimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Politisi Partai Golkar ini menilai, pencapaian kemandirian fiskal memang tidak mudah, namun dapat dilakukan apabila pemerintah lebih inovatif dalam menggali potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Ia juga menyoroti adanya dugaan potensi kebocoran PAD, khususnya pada sektor pajak penginapan di atas laut atau villa di kawasan Bontang Kuala. Menurutnya, masih terdapat pelaku usaha yang belum sepenuhnya patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Masih ada potensi pendapatan yang belum termaksimalkan. Ini perlu segera diidentifikasi dan dicarikan solusi yang tepat,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Selain itu, ia mendorong pemerintah agar lebih mengedepankan pendekatan persuasif kepada para wajib pajak agar tingkat kepatuhan dapat meningkat.
“Pendekatan yang dilakukan sebaiknya lebih humanis, misalnya dengan turun langsung menemui para pelaku usaha agar mereka memahami kewajiban pajaknya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai strategi untuk meningkatkan PAD, termasuk program jemput bola ke wajib pajak.
Ia menjelaskan, pemungutan pajak di sektor guest house di atas laut sudah dilakukan, meski realisasinya masih belum maksimal.
“Untuk saat ini baru sebagian kecil wajib pajak yang sudah melakukan pembayaran secara langsung ke kantor. Tapi upaya ini akan terus kami optimalkan,” ungkapnya.
Natalia menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus menggali dan mengoptimalkan potensi PAD melalui berbagai langkah yang telah dirancang.
“Peningkatan PAD akan terus kami dorong secara bertahap dengan berbagai strategi yang ada,” pungkasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



