NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang mengakui pelaksanaan otonomi daerah saat ini semakin berat di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Kondisi tersebut dinilai memengaruhi kemampuan daerah dalam menjalankan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan, di satu sisi pemerintah daerah dituntut untuk tetap memenuhi berbagai kewajiban anggaran, seperti alokasi 20 persen untuk pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta program kesejahteraan. Namun di sisi lain, dukungan fiskal dari pusat justru mengalami penurunan.
“Dengan transfer daerah yang dikurangi, sementara kita diminta tetap maksimal dalam pembangunan, tentu ini menjadi tantangan besar,” ujarnya usai memimpin Upacara Otonomi Daerah, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah program yang telah direncanakan dalam dokumen pembangunan daerah berpotensi tidak dapat terlaksana secara optimal akibat keterbatasan anggaran.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bontang terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Namun, upaya tersebut tidak selalu berjalan cepat karena harus melalui mekanisme dan antrean pengajuan program.
“Kalau kita mengajukan ke pusat atau provinsi, tentu harus menunggu. Tidak semua program bisa langsung terealisasi,” katanya.
Selain itu, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi fokus pemerintah daerah. Meski demikian, kebijakan tersebut harus dijalankan secara hati-hati agar tidak membebani masyarakat.
“Kita dorong peningkatan PAD dari sektor seperti parkir dan retribusi, tapi tetap harus mempertimbangkan kondisi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti berkurangnya kewenangan daerah, termasuk dalam pengelolaan wilayah laut yang kini berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi. Hal ini dinilai turut membatasi ruang gerak daerah dalam menjalankan otonomi.
“Kewenangan banyak yang diambil, sehingga ruang kita semakin terbatas. Tapi ini tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap bekerja,” tegasnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



