BontangKALTIMNEWS

Dari Sekolah, KPU Tanamkan Literasi Demokrasi ke Pemilih Pemula

×

Dari Sekolah, KPU Tanamkan Literasi Demokrasi ke Pemilih Pemula

Sebarkan artikel ini
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan pembinaan upacara di salah satu sekolah di Kota Bontang, Foto/Istimewa

NIUS.id Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mendorong kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, khususnya pemilih pemula. Salah satunya lewat edukasi literasi digital dan pemahaman kepemiluan yang mulai disosialisasikan ke lingkungan sekolah.

Pesan itu disampaikan dalam kegiatan pembinaan upacara di salah satu sekolah di Kota Bontang, yang menyasar para siswa sebagai calon pemilih di masa mendatang.

Dalam amanatnya, perwakilan KPU menegaskan bahwa pemilih pemula punya peran penting dalam menentukan arah bangsa. Jumlah mereka yang besar membuat suara generasi muda sangat berpengaruh terhadap kualitas demokrasi di Indonesia.

“Pemilih pemula bukan hanya punya hak pilih, tapi juga tanggung jawab untuk menggunakannya secara bijak, berdasarkan informasi yang benar,” ujarnya.

KPU juga mengingatkan bahwa pemilu merupakan wujud kedaulatan rakyat yang dijalankan dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Karena itu, setiap tahapan pemilu dirancang transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, perhatian juga diarahkan pada penggunaan media sosial. Saat ini, platform digital menjadi sumber utama informasi bagi generasi muda, namun tidak semuanya bisa dipercaya.

“Di era digital, informasi memang mudah diakses, tapi tidak semuanya benar. Pemilih pemula harus bisa menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh, dan tidak ikut menyebarkan hal yang belum terverifikasi,” lanjutnya.

KPU juga mengingatkan agar pilihan politik tidak hanya didasarkan pada popularitas di media sosial semata.

Melalui kegiatan ini, KPU berharap generasi muda bisa tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus ikut menjaga iklim demokrasi yang sehat dan damai.

Partisipasi aktif, terutama dari kalangan muda, dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *