BontangKALTIMNEWS

Tagihan Air Membengkak, Wawali Bontang Turun Langsung Tinjau Lapangan

×

Tagihan Air Membengkak, Wawali Bontang Turun Langsung Tinjau Lapangan

Sebarkan artikel ini
Wawali Kota Bontang, Agus Haris, turun langsung ke lapangan tindaklanjuti keluhan warga terkait tagihan air yang dinilai membengkak. Foto/Istimewa

NIUS.id – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait tagihan air yang dinilai membengkak. Peninjauan dilakukan bersama Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Suramin, Selasa (14/4/2026).

Dari hasil tinjauan, ditemukan salah satu pelanggan di Kelurahan Loktuan atas nama Slamet yang mencatat penggunaan air hingga 161 meter kubik dalam satu periode penagihan. Tagihannya pun mencapai sekitar Rp1,7 juta. Diketahui, sambungan tersebut digunakan untuk menyuplai 10 pintu rumah sewa.

Sementara di lokasi lain, tepatnya di Jalan Kerapu 1 RT 16, Kelurahan Tanjung Laut, juga ditemukan penggunaan air yang cukup tinggi. Dalam satu sambungan, pemakaian mencapai 102 meter kubik dengan tagihan lebih dari Rp1 juta, yang digunakan untuk empat pintu rumah sewa.

Salah satu penyewa, Ela, mengaku terkejut saat mengetahui tagihan air yang melonjak.

“Saya sempat kaget, kok pembayarannya terlalu tinggi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Suramin menjelaskan bahwa standar pemakaian air untuk satu rumah tangga dengan empat orang biasanya berkisar antara 10 hingga 20 meter kubik per bulan.

Ia menyebut, penggunaan yang tinggi umumnya terjadi karena satu sambungan digunakan bersama oleh beberapa penghuni, seperti pada rumah kos atau kontrakan.

Karena itu, PDAM menyarankan agar setiap unit rumah atau pintu sewa memiliki meteran air sendiri agar pemakaian lebih terkontrol.

“Kami sarankan tiap pintu memasang meteran masing-masing,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Agus Haris. Ia mengarahkan warga yang mengalami lonjakan tagihan untuk mempertimbangkan penambahan sambungan baru sesuai imbauan PDAM.

Adapun biaya pemasangan meteran baru sekitar Rp2,3 juta, dengan uang muka Rp500 ribu dan sisanya dapat dicicil.

“Lebih baik tambah sambungan saja. Ini kita cari solusi supaya tiap bulan tidak terlalu besar bayarnya,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang agar tagihan air lebih adil dan sesuai dengan penggunaan masing-masing penghuni. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *