BontangKALTIMNEWS

Kejar Target Rp226,97 Miliar, Pajak Bontang Baru 12,7 Persen di Awal 2026

×

Kejar Target Rp226,97 Miliar, Pajak Bontang Baru 12,7 Persen di Awal 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati. Foto/Niwil

NIUS.id – Ambisi besar Pemerintah Kota Bontang menggenjot pendapatan pajak daerah tahun ini mulai terlihat jalannya. Namun hingga akhir Februari 2026, realisasi yang tercatat masih berada di angka Rp28,74 miliar atau baru 12,7 persen dari target tahunan sebesar Rp226,97 miliar.

Meski angka tersebut terbilang awal, potensi penerimaan sebenarnya diproyeksikan bisa menembus Rp257,59 miliar. Artinya, ruang peningkatan masih terbuka lebar, tetapi kerja keras juga harus digenjot sejak dini agar target tidak meleset.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, Natalia Trisnawati, mengakui capaian ini menjadi pijakan awal yang cukup menjanjikan. Terlebih, jika dilihat dari target Triwulan I sebesar Rp34,04 miliar, realisasi saat ini sudah mencapai 83,9 persen.

“Alhamdulilah, cukup progresif di awal tahun 2026 ini,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/3/2026).

Meski demikian, tantangan sesungguhnya ada pada konsistensi hingga akhir tahun. Sebab, untuk mengejar sisa target ratusan miliar rupiah, dibutuhkan strategi yang lebih agresif dan terukur.

Kabar baiknya, tren pertumbuhan penerimaan pajak menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga Februari, peningkatan tercatat mencapai 31,80 persen dibandingkan periode sebelumnya. Ini menjadi sinyal bahwa potensi optimalisasi masih sangat besar.

Kontribusi terbesar sejauh ini datang dari sektor pajak tenaga listrik sekitar Rp7,38 miliar. Disusul pajak makan dan minum Rp6,05 miliar, serta pajak air tanah Rp4,83 miliar yang masih menjadi andalan penerimaan daerah.

“Sektor ini masih dominan,” tambahnya.

Untuk mengejar target besar tersebut, Bapenda terus melakukan berbagai terobosan. Mulai dari peningkatan kualitas layanan hingga penerapan sistem pembayaran berbasis digital guna mempermudah wajib pajak sekaligus meningkatkan transparansi.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong kepatuhan sekaligus mempercepat laju penerimaan pajak dalam beberapa bulan ke depan. Target ratusan miliar bukan sekadar angka, tetapi menjadi fondasi penting bagi pembangunan kota.

“Semua kembali untuk masyarakat,” tutupnya singkat. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *