NIUS.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Nyerakat Kiri, Kota Bontang, Kalimantan Timur, terus meluas hingga Minggu (25/10/2026) malam. Relawan yang berjibaku memadamkan api sejak siang mulai kelelahan, sementara persediaan logistik dilaporkan menipis.
Relawan LAZ BMBU Bontang, Muhammad Rizki, mengatakan upaya penanganan kebakaran telah dilakukan sejak sekitar pukul 11.00 Wita.
Selain di Nyerakat Kiri, relawan juga melakukan penanganan kebakaran di kawasan Pagung. Upaya pemadaman berlangsung selama berjam-jam hingga malam hari.
“Hari ini di Pagung dan Nyerakat Kiri sejak pukul 11 siang sampai jam 9 malam tadi,” ujar Muhammad Rizki dalam laporannya.
Menurut Rizki, kondisi di lapangan semakin menantang. Sejumlah relawan mulai kelelahan setelah berupaya memadamkan api selama berjam-jam. Di sisi lain, persediaan logistik untuk mendukung kegiatan pemadaman juga mulai menipis.
“Relawan sudah mulai tumbang, logistik menipis. Kebakaran makin meluas,” tuturnya.
Rizki menjelaskan, salah satu kendala penanganan adalah lokasi titik api yang cukup jauh dari akses awal pemadaman. Api disebut telah merambat sekitar 100 hingga 200 meter ke bagian dalam kawasan yang terbakar.
“Ini cukup jauh jaraknya, 100 sampai 200 masuk ke dalam,” ucapnya.
Jarak tersebut menambah tantangan bagi relawan dalam menjangkau titik api. Sementara itu, kebakaran dilaporkan masih meluas hingga Minggu malam.
Kondisi ini menjadi perhatian karena upaya pemadaman membutuhkan tenaga dan dukungan logistik yang memadai agar relawan dapat melanjutkan penanganan di lapangan. (*/Zk)




