NIUS.id – Gelombang protes terhadap pemadaman listrik bergilir di Kota Bontang berujung aksi unjuk rasa di depan Kantor UP3 PLN Bontang, Jalan MT Haryono, Kamis (17/9/2026).
Massa yang tergabung dalam Aliansi Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) dan Forum Masyarakat Peduli Bontang mendatangi kantor PLN untuk menyuarakan keluhan dan kekecewaan atas pemadaman listrik yang disebut telah berlangsung selama tiga bulan.
Aksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan mediasi bersama pihak PLN. Sebanyak 16 orang perwakilan massa diperbolehkan masuk ke dalam kantor untuk mengikuti pertemuan.
Namun, proses mediasi berlangsung tanpa dapat disaksikan langsung oleh wartawan. Awak media yang hendak masuk untuk meliput jalannya pertemuan dihentikan di pagar kantor oleh petugas kepolisian yang berjaga.
“Nanti ya, mereka dulu yang masuk,” ujar salah seorang petugas kepada wartawan di lokasi.
Sejumlah jurnalis kemudian mempertanyakan alasan tidak diperbolehkannya mengikuti pertemuan tersebut. Petugas menyampaikan bahwa akses masuk hanya diberikan kepada perwakilan massa aksi.
“Ini tertutup, nanti aja ya, Mas,” kata petugas tersebut.
Akibat pembatasan itu, wartawan hanya dapat menunggu di luar pagar dan tidak bisa mengetahui secara langsung pembahasan antara perwakilan massa dengan PLN.
Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan mediasi tidak dapat diliput secara langsung. Hingga berita ini ditayangkan, pihak PLN juga belum memberikan keterangan terkait pembatasan akses wartawan tersebut.



