NIUS.id – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus digenjot melalui jalur udara. Dalam dua sorti penerbangan, tim gabungan melakukan sedikitnya 15 kali waterbombing untuk menggempur sejumlah titik api yang tersebar di kawasan IKN.
Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan operasi udara difokuskan pada area yang dinilai kritis dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Sorti pertama dimulai sekitar pukul 08.00 WITA. Operasi kemudian dilanjutkan pada sorti kedua dengan menyisir sejumlah area di sepanjang akses utama menuju IKN.
“Sorti kedua tadi, kita melakukan waterbombing di area antara jalan tol dan jalan nasional yang lama, tepatnya di Kilometer 47. Berdasarkan pengamatan visual udara, kepulan asap di sana cukup besar sehingga dilakukan lima kali waterbombing,” ucap Danis, Sabtu (5/9/2026).
Penyiraman dari udara kemudian dilanjutkan ke sisi jalan tol Km 49 hingga Km 53 sebanyak empat kali. Satu kali waterbombing juga dilakukan di kawasan Wonotirto saat armada dalam perjalanan kembali menuju Balikpapan.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan pemantauan udara dan laporan tim di lapangan, kepulan asap di sejumlah lokasi dilaporkan mulai berkurang.
“Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari teman-teman dan rekaman video pesawat, asap sudah mulai berkurang dan hilang. Penanganan ini juga dibantu penuh oleh tim darat yang bergerak simultan,” kata Danis.
Waspadai Kebakaran Bawah Permukaan di Wonotirto
Meski kepulan asap mulai menyusut, OIKN tetap mewaspadai potensi munculnya kebakaran bawah permukaan atau ground fire.
Berdasarkan pengamatan awal, mayoritas wilayah yang terbakar bukan merupakan lahan gambut. Namun, kawasan Wonotirto mendapat perhatian khusus karena terdapat informasi mengenai keberadaan lahan gambut.
“Secara visual bukan gambut, masih hijau dan berupa spot-spot. Tapi untuk kawasan Wonotirto, ada informasi keberadaan lahan gambut dengan ketebalan sekitar 50 sentimeter,” jelas Danis.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran pada lahan gambut dapat merambat di bawah permukaan tanah dan tidak selalu terlihat dari udara. Penanganannya pun membutuhkan upaya lebih dibandingkan kebakaran vegetasi di permukaan.
Titik Api Merah di IKN Nihil
Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, mengatakan seluruh armada udara dan personel pendukung dalam kondisi siap serta tidak mengalami kendala teknis maupun cuaca selama operasi.
Hasil evaluasi terhadap dua sorti penerbangan menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, titik api dengan tingkat kepercayaan tertinggi atau zona merah di wilayah IKN disebut telah tidak terpantau.
“Dari hasil rekaman pemandangan waterbombing, titik api dengan tingkat kepercayaan paling tinggi (zona merah) untuk wilayah IKN saat ini terpantau sudah kosong,” kata Gusti.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat operasi dihentikan. Perubahan arah angin dan cuaca dapat menyebabkan sebaran titik api berubah dalam waktu cepat.
Karena itu, akurasi koordinat dan komunikasi antara tim udara dengan personel di darat menjadi faktor penting untuk menentukan sasaran waterbombing berikutnya.
“Dari pagi ada perubahan titik api, sehingga butuh koordinat yang fix dan koordinasi yang lebih ketat agar pelaksanaan waterbombing bisa lebih tepat sasaran dan efektif,” paparnya.
Untuk mendukung operasi, kebutuhan air untuk waterbombing relatif mudah dipenuhi karena tim memanfaatkan sejumlah sumber air yang berada di sekitar lokasi karhutla.
“Air diambil dari waduk, embung, dan ponds yang banyak tersebar di seputaran area terbakar. Ini sangat memudahkan pengambilan air dan mempercepat proses pemadaman,” ujar Gusti.
Sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD, operasi waterbombing diproyeksikan berlangsung selama lima hari.
Tim gabungan OIKN, TNI AU, dan BNPB akan melakukan evaluasi setiap hari dengan mempertimbangkan perkembangan hotspot serta laporan dinamis dari personel yang berada di lapangan.
Dengan demikian, meski titik api zona merah di wilayah IKN saat ini dilaporkan nihil, operasi pemadaman dan pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke kawasan lain. (*/Zk)



