NIUS.id – Pemerintah Kota Balikpapan akan memakai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau Silpa 2025 untuk memperkuat layanan air bersih, menangani banjir, dan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu.
Penjelasan ini melanjutkan pernyataan sebelumnya bahwa Silpa Balikpapan Rp479 miliar akan digunakan kembali melalui APBD 2026.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan pemerintah tetap mengikuti mekanisme keuangan daerah. Silpa tersebut akan menopang sejumlah program prioritas yang telah masuk dalam rencana 2026.
Layanan air bersih menjadi salah satu perhatian utama. Kebocoran pipa di sejumlah wilayah sempat memicu keresahan warga karena sebagian besar jaringan telah beroperasi selama puluhan tahun.
“Kita tetap memprogramkan perbaikan-perbaikan pipa yang ada di masyarakat. Karena kita sudah tahu umur pipa kita sudah terbangun sejak tahun 1980-an, jadi hampir 40 tahun,” ujar Bagus seusai rapat paripurna pertanggungjawaban APBD 2025, Senin (13/7/2026).
Pemkot bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan juga berupaya menambah pasokan air baku. Rencananya mencakup pengerukan Waduk Manggar dan pemanfaatan kolam retensi di kawasan perumahan.
“Secara volume, ini cukup signifikan untuk menambah kapasitas. Makanya tadi ada 50 liter per detik yang kita arahkan untuk Balikpapan Barat,” katanya.
Silpa Balikpapan 2025 Topang Tiga Prioritas
Pemerintah menargetkan hampir 12.000 sambungan baru pada 2026. Pelaksanaannya berlangsung bertahap dengan menyesuaikan kesiapan pipa induk, sementara pemerintah masih mengkaji kebutuhan investasi untuk pengembangan sistem yang lebih besar.
Selain air bersih, Silpa Balikpapan 2025 akan membantu kelanjutan Rumah Sakit Sayang Ibu. Audit Badan Pemeriksa Keuangan telah selesai, sedangkan Pemkot menghentikan kontrak penyedia sebelumnya karena pekerjaan tidak tuntas.
Bagus berharap pemerintah dan DPRD dapat memasukkan kebutuhan pembangunan rumah sakit dalam anggaran 2027. “Kita berharap di tahun 2027, ini kan RKPD, nanti KUA-PPAS yang diajukan oleh DPRD Kota bisa teranggarkan di tahun 2027,” jelasnya.
Untuk pengendalian banjir, Pemkot masih memusatkan pekerjaan di hilir Daerah Aliran Sungai Ampal. Pembebasan lahan menjadi faktor penting agar proyek berjalan sesuai target. Upaya tersebut berkaitan dengan kebutuhan penataan drainase Balikpapan secara berkelanjutan.
Bagus meminta DPRD memberi masukan agar pemerintah dapat menuntaskan penanganan banjir dalam tiga tahun. Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan DPRD juga perlu menyelaraskan kebutuhan pembebasan lahan.
Menurut Bagus, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan Silpa 2025. Nilai anggaran yang belum terserap relatif kecil dan sebagian besar berasal dari efisiensi lelang serta transfer yang masuk menjelang akhir tahun anggaran.
“Ini bukan karena hal yang perlu dikhawatirkan. Anggaran yang tidak terserap relatif kecil dan nanti akan berjalan sesuai aturan keuangan daerah, sehingga bisa langsung kita luncurkan untuk memperkuat penganggaran di tahun 2026,” pungkasnya. (Adv Kominfo Balikpapan)
Laporan Wartawan NIUS.id, SR



