ADVERTORIALBalikpapanKALTIMPemerintah

Pemkot Balikpapan Pastikan Silpa 2025 Dimanfaatkan untuk Benahi Air Bersih hingga Penanganan Banjir

×

Pemkot Balikpapan Pastikan Silpa 2025 Dimanfaatkan untuk Benahi Air Bersih hingga Penanganan Banjir

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo. (FOTO: SR/NIUS.id)
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo. (FOTO: SR/NIUS.id)

NIUS.id – Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun Anggaran 2025 akan dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk mendukung pembiayaan sejumlah program prioritas pada 2026. Mulai dari peningkatan layanan air bersih, penanganan banjir, hingga kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, Silpa akan digunakan sesuai mekanisme keuangan daerah untuk memperkuat program-program yang telah direncanakan pemerintah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan layanan air bersih. Menurut Bagus, kebocoran pipa yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sebab itu, pemerintah terus melanjutkan program perbaikan jaringan perpipaan yang sebagian besar telah berusia puluhan tahun.

“Kita tetap memprogramkan perbaikan-perbaikan pipa yang ada di masyarakat. Karena kita sudah tahu umur pipa kita sudah terbangun sejak tahun 1980-an, jadi hampir 40 tahun,” ujar Bagus, usai mengikuti rapat paripurna Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (13/7/2026).

Selain memperbaiki jaringan pipa, Pemkot bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) juga berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih melalui optimalisasi sumber air baku. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan rencana pengerukan Waduk Manggar serta pemanfaatan kolam retensi di sejumlah kawasan perumahan.

“Secara volume, ini cukup signifikan untuk menambah kapasitas. Makanya tadi ada 50 liter per detik yang kita arahkan untuk Balikpapan Barat,” kata Bagus.

Dia menambahkan, pada tahun ini pemerintah juga menargetkan pembangunan hampir 12.000 sambungan saluran baru.

Pembangunannya dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan jaringan pipa induk yang tersedia. Sementara itu, untuk pengembangan sistem air bersih dalam skala yang lebih besar, Pemkot masih menyusun kajian investasi.

Selain sektor air bersih, kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu juga menjadi salah satu prioritas pemerintah. Bagus menjelaskan, proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah selesai, sementara kontrak dengan penyedia jasa sebelumnya diputus karena pekerjaan tidak dapat diselesaikan.

Meski demikian, Pemkot memastikan pembangunan rumah sakit tersebut tetap dilanjutkan melalui penganggaran berikutnya.

“Kita berharap di tahun 2027, ini kan RKPD, nanti KUA-PPAS yang diajukan oleh DPRD Kota bisa teranggarkan di tahun 2027,” jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk sektor pengendalian banjir, Pemkot masih memfokuskan penanganan di kawasan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal. Menurut Bagus, percepatan pembebasan lahan menjadi salah satu faktor penting agar penanganan banjir dapat berjalan sesuai target.

“Saya berharap mungkin DPRD bisa memberikan masukan, supaya dalam tiga tahun ke depan ini penanganan banjir bisa selesai. Tetapi kembali lagi, ini adalah pembahasan di TAPD yang harus dikoordinasikan dengan DPRD Kota. Harapannya ada sinkronisasi, terutama berkaitan dengan pembebasan lahan,” ujarnya.

Bagus menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap adanya Silpa Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, anggaran yang tidak terserap jumlahnya relatif kecil dan sebagian besar berasal dari efisiensi hasil lelang serta dana transfer yang diterima pada penghujung tahun anggaran.

“Ini bukan karena hal yang perlu dikhawatirkan. Anggaran yang tidak terserap relatif kecil dan nanti akan berjalan sesuai aturan keuangan daerah, sehingga bisa langsung kita luncurkan untuk memperkuat penganggaran di tahun 2026,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *