NIUS.id – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan Pemerintah Kota Bontang tetap mempertahankan insentif bagi guru ngaji dan tokoh-tokoh keagamaan meski kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diproyeksikan mengalami tekanan.
Komitmen itu disampaikan saat menutup Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Kota Bontang di Sekretariat DPD BKPRMI Kota Bontang, Minggu (26/7/2026) malam.
Neni mengatakan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, peran para guru ngaji, pendeta, pastor, dan pembina keagamaan lainnya harus tetap mendapat perhatian pemerintah.
“Saya sudah meminta TAPD agar insentif bagi guru ngaji, pendeta, pastor, serta tokoh-tokoh keagamaan lainnya tetap menjadi prioritas. Pembangunan karakter tidak boleh berhenti hanya karena kondisi anggaran yang sedang tertekan,” ujarnya.
Menurutnya, para penggiat keagamaan memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki karakter kuat. Dukungan terhadap mereka dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan Kota Bontang.
Dalam kesempatan itu, Neni juga mengapresiasi penyelenggaraan FASI XIII yang diikuti sekitar 550 peserta dari berbagai Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Ia menyebut keberhasilan Bontang meraih sembilan kali juara umum Festival Anak Saleh Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Timur menjadi bukti kuatnya pembinaan generasi Qurani di daerah. Capaian tersebut, menurutnya, lahir dari kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan keluarga.
Neni turut mengajak para orang tua dan pendidik untuk terus mendampingi anak-anak menghadapi perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya.
“Kita ingin melahirkan generasi yang unggul, mampu bersaing menghadapi perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki akhlak yang baik dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” tutupnya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



