KALTIMKRIMINALNEWSSamarinda

Diduga Cemburu, Pria 59 Tahun Serang Korban Pakai Dodos dan Celurit di Samarinda

×

Diduga Cemburu, Pria 59 Tahun Serang Korban Pakai Dodos dan Celurit di Samarinda

Sebarkan artikel ini
Diduga Cemburu, Pria 59 Tahun Serang Korban Pakai Dodos dan Celurit di Samarinda
penganiayaan di Samarinda, Sempaja Utara, Polresta Samarinda, dugaan motif cemburu, dodos dan celurit, kasus kriminal Samarinda. Foto/Istimewa

NIUS.id – Seorang pria berinisial R (59) diduga menganiaya seorang korban menggunakan senjata tajam berupa dodos dan celurit di Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Jumat (23/10/2026).

Korban ditemukan tergeletak dalam kondisi berlumuran darah saat polisi tiba di lokasi kejadian. Meski mengalami luka, korban dilaporkan masih dalam keadaan sadar dan kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasi Humas Polresta Samarinda, Arie Soeharyadi, menjelaskan bahwa dugaan sementara aksi tersebut dipicu rasa cemburu. Berdasarkan keterangan tersangka, R merasa cemburu karena mantan istrinya disebut kerap dilirik oleh korban.

“Dugaan sementara permasalahan tersebut dari keterangan tersangka yaitu tersangka cemburu kepada korban karena mantan istrinya sering dilirik oleh korban,” kata Arie dalam keterangannya.

Arie menjelaskan, emosi R diduga memuncak saat melihat korban. R kemudian diduga menghampiri dan menyerang korban dari belakang menggunakan dodos dan celurit.

Menurut keterangan polisi, senjata tajam tersebut memang dibawa R saat itu karena ia hendak pergi ke kebun miliknya.

Setelah kejadian, R mendatangi Polsek Sungai Pinang untuk menyerahkan diri. Ia juga membawa barang bukti yang diduga digunakan dalam penyerangan tersebut.

“Atas kejadian tersebut tersangka langsung menyerahkan diri ke Polsek Sungai Pinang dengan membawa barang bukti berupa 1 celurit dan 1 dodos dengan gagang kayu,” papar Arie.

Polisi selanjutnya membawa R kembali ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara. Sementara itu, korban dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *