NIUS.id – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut Bantuan Keuangan (Bankeu) Kaltim senilai Rp27,49 miliar yang dialokasikan untuk Kutim pada Tahun Anggaran 2026 memiliki peran penting dalam menjaga struktur APBD, khususnya alokasi belanja pegawai.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah se-Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (3/8/2026).
Ardiansyah menjelaskan, penurunan Transfer ke Daerah dari pemerintah pusat membuat formula penghitungan belanja pegawai turut terpengaruh.
“Belanja pegawai ini sedang menjerit karena ada pengurangan dari pusat sehingga rumusnya ikut berkurang. Bankeu itu sekecil apa pun jika dimasukkan akan menambah rumus alokasi belanja pegawai. Itu poin sangat penting,” ujarnya.
Meski alokasi telah ditetapkan, dana Rp27,49 miliar tersebut hingga kini belum disalurkan Pemprov Kaltim. “Kita sifatnya menunggu saja,” kata Ardiansyah.
Ia berharap penyaluran segera terealisasi agar pemerintah daerah memiliki kepastian dalam menjalankan program prioritas. (*/Zk)



