NIUS.id – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut perusahaan-perusahaan di Kota Bontang berkomitmen mendukung pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Lingkungan yang digelar di Jakarta dan diikuti pemerintah bersama pelaku industri.
Menurut Neni, Pemerintah Kota Bontang terus melakukan pendampingan, koordinasi, dan pengawasan terhadap perusahaan agar investasi yang berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Semua perusahaan berkomitmen terhadap lingkungan. Sebagai pemerintah kita hadir untuk melakukan pengawasan sekaligus pendampingan. Bontang ini dikelilingi industri, sehingga tidak cukup hanya membangun investasi, tetapi aspek lingkungan juga harus menjadi komitmen bersama,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Salah satu hasil pembahasan dalam forum tersebut, kata Neni, sebanyak 20 perusahaan sepakat mengambil peran dalam mendukung pengelolaan sampah di Bontang. Bentuk dukungan itu di antaranya membantu pembangunan dan penguatan sistem pengolahan sampah, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta bank sampah di tingkat rukun tetangga (RT).
Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan diharapkan ikut mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Dengan begitu, sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) nantinya hanya berupa residu.
Neni mengungkapkan, langkah itu menjadi penting mengingat usia operasional TPA Bontang diperkirakan hanya tersisa sekitar dua setengah tahun. Karena itu, pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA harus segera dilakukan.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus memperpanjang usia layanan TPA di Kota Bontang.
“Kita ingin nanti yang masuk ke TPA tinggal residunya saja. Target residu itu hanya lima persen, sedangkan saat ini masih sekitar 50 persen. Artinya, pemilahan sampah harus diperkuat agar beban TPA bisa berkurang secara signifikan,” katanya.
Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah



