NIUS.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bontang periode 2026–2029 dipastikan hanya akan diikuti satu calon ketua umum. Dari enam bakal calon yang mendaftar, hanya Adipt Maradja yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
Penetapan tersebut diumumkan Steering Committee (SC) Muscab HIPMI Bontang dalam rapat yang digelar di Cafe Keluar Main, Sabtu (11/7/2026). Hasil itu sekaligus menandai berakhirnya tahapan verifikasi administrasi sebelum pelaksanaan Muscab pada 8 Agustus mendatang.
Ketua Steering Committee Muscab HIPMI Bontang, Sudirman Saddu, mengatakan seluruh bakal calon telah melalui proses pemeriksaan berkas sesuai ketentuan organisasi. Namun, hanya satu nama yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan.
“Setelah melalui tahapan verifikasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dari enam bakal calon hanya satu yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi, yaitu saudara Adipt Maradja. Selanjutnya yang bersangkutan akan mengikuti proses pemilihan pada Muscab HIPMI Bontang tanggal 8 Agustus 2026,” ujarnya.
Sudirman menjelaskan, proses verifikasi dilakukan secara ketat dengan mengacu pada aturan organisasi. Setiap bakal calon diwajibkan melengkapi 13 dokumen administrasi sebagai syarat untuk ditetapkan menjadi calon ketua umum.
Usai penetapan calon, panitia masih akan melaksanakan rapat pleno guna menetapkan jumlah hak suara peserta penuh maupun peserta peninjau yang akan digunakan pada Muscab.
“Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan BPD HIPMI Kalimantan Timur dan menggelar rapat pleno untuk menetapkan jumlah hak suara sesuai tahapan organisasi,” katanya.
Muscab BPC HIPMI Bontang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Auditorium Tiga Dimensi, Kota Bontang. Forum tersebut akan menjadi agenda tertinggi organisasi untuk memilih Ketua Umum BPC HIPMI Bontang periode 2026–2029.
Sementara itu, Adipt Maradja mengaku bersyukur dapat melewati seluruh tahapan pencalonan hingga ditetapkan sebagai satu-satunya calon yang lolos verifikasi administrasi.
Menurutnya, seluruh proses yang dijalani bukanlah hal mudah. Selain memenuhi berbagai dokumen persyaratan, setiap bakal calon juga harus mengikuti mekanisme organisasi yang telah ditetapkan.
“Saya bersyukur karena semua persyaratan dapat saya lengkapi. Proses ini cukup panjang dan penuh dinamika, tetapi saya menghormati seluruh mekanisme organisasi yang berlaku,” ujar Adipt.
Adipt turut memberikan apresiasi kepada lima bakal calon lainnya yang telah mengikuti seluruh tahapan pencalonan. Menurutnya, seluruh kandidat merupakan kader terbaik HIPMI yang memiliki komitmen membangun organisasi.
“Saya sangat menghargai perjuangan teman-teman yang ikut mencalonkan diri. Mereka sudah berusaha memenuhi berbagai persyaratan yang tidak mudah. Ke depan saya ingin tetap membangun komunikasi dan mengajak semuanya berjalan bersama membesarkan HIPMI Bontang,” tuturnya.
Apabila dipercaya memimpin HIPMI Bontang, Adipt mengaku akan memfokuskan program kerja pada penguatan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM dan pengusaha lokal. Salah satu langkah yang akan didorong ialah memberikan edukasi mengenai legalitas usaha agar pelaku UMKM dapat memilih bentuk badan usaha yang sesuai tanpa harus terbebani biaya besar.
“Masih banyak pengusaha yang berpikir harus mendirikan perusahaan dengan biaya besar. Padahal ada pilihan badan usaha yang lebih sederhana, legal, dan jauh lebih terjangkau. HIPMI ke depan akan memberikan edukasi agar pelaku usaha memahami hal tersebut,” katanya.
Selain itu, ia berkomitmen menghidupkan kembali forum bisnis HIPMI sebagai ruang kolaborasi antarpengusaha muda, memperluas jaringan usaha, sekaligus membuka peluang kerja sama di tingkat daerah, provinsi hingga nasional.
“HIPMI memiliki jaringan pengusaha yang sangat luas. Potensi itu harus dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja sama dan memperkuat daya saing pengusaha muda Bontang,” pungkasnya.



