ADVERTORIALBontangDPRDKALTIM

DPRD Dorong Aktivitas Seni Rutin untuk Dongkrak Daya Tarik Wisata Bontang Kuala

×

DPRD Dorong Aktivitas Seni Rutin untuk Dongkrak Daya Tarik Wisata Bontang Kuala

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi. Lia Abdullah/Nius

NIUS.id – DPRD Bontang mendorong pengembangan aktivitas seni dan budaya secara rutin di kawasan wisata Bontang Kuala sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menilai kawasan Bontang Kuala memiliki potensi besar untuk menghadirkan berbagai atraksi yang mampu menarik minat wisatawan, khususnya saat akhir pekan yang menjadi periode kunjungan tertinggi.

Menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan agenda kreatif yang berkelanjutan agar kawasan wisata tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

“Kalau kita sudah tahu high season-nya Sabtu dan Minggu, maka harus ada pemantik kegiatan di sana. Jangan sampai wisatawan datang hanya untuk melihat pemandangan, tetapi tidak ada aktivitas yang bisa dinikmati,” ujar Winardi saat mengikuti rapat gabungan di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (2/6/2026).

Ia mengusulkan penyelenggaraan festival seni rupa, pertunjukan budaya, hingga penampilan komunitas kreatif lokal secara bergilir setiap pekan. Pemerintah, kata dia, dapat memfasilitasi sarana pendukung seperti panggung dan ruang pertunjukan untuk mengakomodasi para pelaku seni.

“Misalnya minggu ini ada festival seni rupa kecil-kecilan. Sediakan tempatnya, panggungnya, panggil anak-anak seni rupa tampil. Penutupannya bisa diisi seni budaya khas Bontang Kuala,” katanya.

Winardi meyakini kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya Bontang Kuala, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas kreatif yang terlibat.

Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara nyata melalui berbagai pertunjukan yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat maupun wisatawan.

“Jadi sampai pesannya bahwa lembaga adat Bontang Kuala menjaga pelestarian budaya itu sampai ke anak cucu. Bukan hanya tercatat di tulisan, tapi masih bisa dilihat dan dirasakan sampai hari ini,” tegasnya.

Selain menampilkan seni tradisional, agenda mingguan itu juga dapat diisi dengan pertunjukan seni modern dan kreativitas anak muda agar mampu menjangkau berbagai kalangan pengunjung.

Pada pekan berikutnya, lanjut Winardi, konsep acara dapat berganti sesuai tema yang disiapkan oleh komunitas lokal. Dengan demikian, kawasan wisata akan selalu memiliki daya tarik baru bagi wisatawan yang datang.

“Minggu berikutnya bisa diisi seni modern atau pertunjukan kreatif lainnya. Jadi ada siklus yang saling menguntungkan antara pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya di Bontang Kuala,” pungkasnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Lia Abdullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *