NIUS.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersiap penuh menghadapi aksi unjuk rasa 21 April 2026. Pengamanan tak lagi sekadar siaga, tapi diperketat hingga ke struktur fisik kantor gubernur.
Pagar diperkuat, kawat besi dipasang mengelilingi area, dan titik-titik rawan dilas ulang. Bahkan, tiang besi setinggi hampir dua meter ditanam dan disambungkan ke pondasi utama untuk menahan tekanan massa.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pada aksi sebelumnya, pagar kawasan kantor gubernur sempat roboh.
“Kita perkuat semua sisi, dari pondasi sampai bagian atas pagar,” ujar Kabid Trantibum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rahim, Minggu (19/4/2026).
Tak hanya fisik, simulasi pengamanan juga digelar bersama aparat gabungan. Fokusnya memetakan potensi kerawanan—mulai dari kemacetan hingga skenario terburuk di lapangan.
Sejumlah titik diprediksi menjadi pusat konsentrasi massa, seperti akses menuju Kantor Gubernur, Jalan Gajah Mada, hingga kawasan Jalan Merapi di sekitar Kantor Bank Indonesia. Gedung DPRD Kaltim juga masuk dalam prioritas penjagaan.
Sebanyak 1.897 personel gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari Satpol PP, kepolisian, TNI, hingga perangkat daerah lainnya.
“Kita bagi personel di titik-titik strategis. Semua sudah disiapkan,” tegas Edwin.
Meski begitu, penggunaan water canon belum masuk dalam skenario pengamanan saat ini.
Pemprov Kaltim berharap aksi berjalan damai. Namun dengan penguatan berlapis yang dilakukan, satu hal terlihat jelas—pemerintah tak ingin kecolongan untuk kedua kalinya. (*)



