BontangKALTIMNEWS

Mengkhawatirkan, Lima Anak Bontang Direhab dalam Dua Tahun Terakhir

×

Mengkhawatirkan, Lima Anak Bontang Direhab dalam Dua Tahun Terakhir

Sebarkan artikel ini
Dalam dua tahun terakhir, sedikitnya lima anak harus menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Tanah Merah. Foto/Istimewa

NIUS.id – Fenomena penyalahgunaan zat adiktif di kalangan anak di bawah umur di Bontang kian memprihatinkan. Dalam dua tahun terakhir, sedikitnya lima anak harus menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Tanah Merah.

Data ini diungkapkan oleh Imelda Aptri, perawat yang juga tergabung dalam tim rehabilitasi BNN Kota Bontang, Jumat (17/4/2026). Ia menegaskan, tren penyalahgunaan zat kini mulai menyasar usia yang semakin muda.

Kasus terbaru bahkan cukup mengejutkan. Pada Jumat (11/4/2026), dua anak perempuan berusia 14 tahun yang sudah putus sekolah harus dibawa ke balai rehabilitasi untuk menjalani pemulihan intensif.

“Anak putus sekolah umur 14 tahun. Sudah kami bawa ke balai rehab hari Jumat, totalnya ada dua anak perempuan,” ungkapnya.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2025, tiga anak lain juga telah lebih dulu menjalani rehabilitasi di tempat yang sama. Artinya, dalam kurun dua tahun, total lima anak terjerat penyalahgunaan zat adiktif hingga membutuhkan penanganan serius.

Menurut Imelda, anak-anak yang tidak lagi berada dalam lingkungan sekolah memiliki risiko jauh lebih besar. Minimnya pengawasan, pengaruh pergaulan, hingga kurangnya aktivitas positif menjadi kombinasi yang rentan mendorong mereka ke arah penyimpangan.

“Ini menjadi perhatian bersama. Anak-anak ini masih sangat muda, mereka butuh pendampingan, bukan justru terjerumus lebih jauh,” tegasnya.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak—keluarga, sekolah, hingga pemerintah—bahwa persoalan penyalahgunaan zat kini tak lagi mengenal usia. (*/Zk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *