NIUS.id – Retret Ketua DPRD se-Indonesia yang digelar di Akademi Militer Magelang pada 15–19 April 2026 menjadi momentum penting bagi para pimpinan legislatif daerah.
Kegiatan ini diikuti sekitar 500 pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia, terdiri dari Ketua DPRD 38 provinsi serta pimpinan DPRD kabupaten/kota.
Di sela kegiatan, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menyempatkan diri berbincang singkat dengan wartawan, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, retret tersebut bertujuan untuk menyelaraskan visi strategis antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan yang disiplin, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.
“Retret ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar pimpinan DPRD, agar kebijakan daerah tetap sejalan dengan arah pembangunan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, materi yang diberikan selama kegiatan mencakup tiga aspek utama. Pertama, wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional, termasuk pemahaman terhadap ideologi negara dan tantangan geopolitik.
Kedua, manajemen kepemimpinan strategis, yang membahas teknik pengambilan keputusan dalam situasi krisis serta pengelolaan organisasi publik.
Ketiga, pembentukan disiplin melalui pelatihan fisik dan mental.
“Yang tak kalah penting adalah kedisiplinan dan tata tertib, melalui pelatihan fisik dan mental dasar untuk membangun etos kerja yang kuat dan presisi,” jelas politisi Golkar tersebut.
Retret ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pemateri, termasuk Prabowo Subianto yang memberikan keynote speech, serta jajaran menteri dan pimpinan TNI.
Menariknya, para peserta tidak hanya mengikuti sesi kelas, tetapi juga merasakan langsung pola pembinaan ala militer.
Mereka ditempatkan di barak yang telah disiapkan, dengan tujuan membangun kebersamaan, kesederhanaan, serta jiwa korsa di antara para pimpinan daerah.
“Di sini kami dilatih hidup sederhana dan membangun kebersamaan. Itu penting untuk memperkuat solidaritas,” ungkapnya.
Selain itu, peserta juga menjalani berbagai aktivitas bersama, mulai dari makan bersama dengan tata krama militer, hingga latihan di Lapangan Sapta Marga serta fasilitas olahraga yang tersedia.
Melalui pengalaman tersebut, Hasanuddin menilai retret ini bukan hanya soal teori kepemimpinan, tetapi juga pembentukan karakter dan kekompakan antar pimpinan daerah. (*)



