BontangKALTIMNEWSUTAMA

Hilang 10 Hari, Nelayan di Bontang Bertahan Hidup Minum Air Laut

×

Hilang 10 Hari, Nelayan di Bontang Bertahan Hidup Minum Air Laut

Sebarkan artikel ini
Tangkap layar video nelayan hilang di Bontang kembali dalam keadaan selamat. (NET)
Tangkap layar video nelayan hilang di Bontang kembali dalam keadaan selamat. (NET)

NIUS.id – Seorang nelayan di Bontang, Saharuddin (39) akhirnya kembali selamat setelah dilaporkan hilang dan hanyut di laut selama 10 hari. Korban tiba di darat seorang diri menggunakan kapalnya pada Rabu (12/3/2026) sekitar pukul 12.00 Wita dalam kondisi lemah akibat dehidrasi.

Setibanya di rumah, korban sempat menolak dibawa ke rumah sakit. Namun keluarga memaksa agar ia mendapatkan penanganan medis karena kondisi fisiknya yang menurun setelah berhari-hari terombang-ambing di laut.

“Dia pulang sendiri jam 12.00 pakai kapalnya. Awalnya mau di rumah saja, tapi saya paksa dibawa ke rumah sakit supaya ada tindakan,” ujar Nasriani, istri korban.

Selama di laut, korban kehabisan pasokan air minum meski bahan makanan masih tersedia. Kondisi tersebut memaksanya meminum air laut untuk bertahan hidup.

“Katanya sempat minum air asin karena kehabisan air. Kalau makanan masih ada, tapi airnya habis, itu yang bikin dia lemas,” lanjutnya.

Selain menghadapi kehausan, korban juga harus bertahan dengan kondisi kapal yang mengalami kerusakan di tengah cuaca buruk. Bagian kemudi sempat patah, meski mesin kapal masih berfungsi.

“Mesinnya tidak rusak, masih bunyi. Tapi tongkat kemudinya patah, lalu diakalin diikat pakai karet supaya tetap bisa jalan,” jelasnya.

Korban bahkan sempat terbawa arus hingga ke perairan Balikpapan dan mengikuti kapal lain menuju arah Samarinda. Namun ia memilih melepaskan diri karena mengira sudah dekat dengan Bontang.

“Dia sempat ikut kapal ke arah Samarinda, tapi dilepas sendiri supaya cepat pulang. Ternyata malah hanyut lagi,” katanya.

Keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut setelah korban tidak kunjung kembali. Laporan diteruskan ke tim SAR untuk dilakukan pencarian di sejumlah titik perairan.

“Hampir 10 hari tidak ada kabar. Kami lapor ke BPBD, lalu diteruskan ke SAR Balikpapan untuk pencarian,” ungkapnya.

Saat ini korban masih menjalani perawatan dan dalam kondisi lemah akibat dehidrasi dan kelelahan setelah bertahan hidup di laut selama 10 hari.

“Sekarang masih istirahat, kondisinya lemah dan masih oleng seperti habis kena ombak,” tutupnya.

Laporan Wartawan NIUS.id, Wil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *