NIUS.id – Kebakaran Berbas Tengah menghanguskan empat bangunan dan berdampak terhadap lebih dari 10 kepala keluarga. Peristiwa terjadi di belakang Hotel Andika, sekitar pertigaan Jalan Veteran, Jalan Intan, dan Jalan Berlian, Bontang Selatan.
Api muncul pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Jarak antarbangunan yang rapat membuat kobaran cepat membesar sebelum petugas melakukan pemadaman dan pendinginan.
Empat bangunan tersebut terdiri atas dua bangsalan, masing-masing memiliki empat pintu, serta dua rumah pribadi. Data awal mencatat 10 kepala keluarga atau sekitar 30 jiwa kehilangan tempat tinggal.
“Ada empat bangunan yang terbakar, dua bangsalan dan dua rumah,” ujar Andri, warga setempat, ketika dikonfirmasi NIUS.id melalui telepon WhatsApp.
Selain penghuni bangunan yang hangus, api juga memengaruhi warga di sekitar lokasi. Panas, asap, dan kepanikan membuat sejumlah keluarga harus mengamankan diri serta barang penting.
Petugas Data Korban Kebakaran Berbas Tengah
Data sementara mencatat empat kepala keluarga lain atau sekitar 20 jiwa ikut merasakan dampak meskipun rumah mereka tidak habis terbakar. Petugas masih memeriksa kondisi setiap keluarga dan bangunan di sekitar titik api.
“Ada juga yang terdampak walaupun rumahnya tidak habis terbakar,” tambah Andri.
Setelah api padam, petugas melanjutkan pendinginan untuk mencegah munculnya titik panas. Pada saat yang sama, pemerintah dan pengurus lingkungan menghimpun data korban serta kebutuhan mendesak.
“Pendataan masih terus dilakukan di lapangan,” tutup Andri.
Data yang akurat membantu pemerintah, relawan, dan masyarakat menentukan prioritas bantuan. Korban membutuhkan tempat tinggal sementara, makanan, pakaian, serta dukungan untuk mengurus dokumen dan memperbaiki rumah.
Sehari setelah kejadian, Pemuda Pancasila Bontang Selatan menggalang dana bagi korban kebakaran. Dukungan lain kemudian datang melalui bantuan pemulihan senilai Rp100 juta dari Pupuk Kaltim.
Sementara itu, keluarga korban perlu memperoleh informasi penyaluran bantuan secara terbuka. Koordinasi antarpihak penting agar seluruh kebutuhan tercatat dan bantuan tidak menumpuk pada satu kelompok saja.
Penyebab kebakaran dan nilai kerugian belum tercantum dalam data awal. Petugas perlu menyelesaikan pemeriksaan lapangan sebelum menyampaikan kesimpulan lebih lanjut kepada masyarakat.
Laporan Wartawan NIUS.id, Zuajie




